
SERAYUNEWS-Indonesia memang tak pernah benar-benar tidur. Di balik hamparan sawah hijau dan garis pantai yang memesona, ratusan gunung api berdiri diam-diam sebagai penjaga sekaligus ancaman. Negeri ini menyimpan sekitar 127 gunung api aktif, atau kurang lebih 13 persen dari total gunung berapi aktif di seluruh dunia menjadikan Indonesia salah satu wilayah dengan kepadatan vulkanik tertinggi di planet ini.
Memasuki awal September 2026, sejumlah gunung kembali menunjukkan “gerak-gerik” yang membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan kewaspadaan. Yuk, kita telusuri satu per satu, gunung mana saja yang sedang aktif dan seperti apa statusnya saat ini.
Lokasi: Perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur Status: Level III (Siaga)
Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahameru yang legendaris, Semeru dikenal sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia. Awal September ini, Semeru kembali mencatatkan letusan eksplosif dengan kolom abu yang menjulang hingga 1.000 meter di atas puncaknya. PVMBG meminta warga dan pendaki untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, area yang menjadi jalur utama luncuran awan panas.
Lokasi: Selat Sunda, antara Provinsi Banten dan Lampung Status: Level III (Siaga)
Keturunan dari Krakatau yang legendaris ini sedang menunjukkan taringnya. Sejak awal September, gunung yang muncul dari laut ini mengalami erupsi menerus bergaya strombolian, lengkap dengan dentuman keras dan fenomena air mancur lava yang memukau sekaligus menegangkan. Hujan abu vulkaniknya bahkan tercatat meluas hingga ke wilayah Lampung.
Lokasi: Perbatasan Kabupaten Sleman (DIY) dan Boyolali, Klaten, Magelang (Jawa Tengah) Status: Level III (Siaga)
Merapi memang punya reputasi sebagai salah satu gunung paling “rajin” di Indonesia. Pemantauan terbaru dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat pasokan magma ke puncak masih terus berlangsung, ditandai dengan guguran lava berulang ke arah barat daya menuju Kali Sat/Putih dan Kali Krasak.
Lokasi: Halmahera Barat, Maluku Utara Status: Level II–III (Waspada Siaga, fluktuatif)
Meski jarang jadi sorotan nasional, Gunung Ibu termasuk salah satu yang paling produktif dalam hal frekuensi erupsi belakangan ini. Letusannya kerap disertai lontaran material pijar dan kolom abu kelabu hingga hitam pekat. Warga sekitar dan wisatawan diimbau menjauh dari radius 2 kilometer dari kawah aktif, dengan perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah utara.
Lokasi: Kabupaten Karo, Sumatera Utara Status: Level II (Waspada)
Sinabung sempat “tertidur” ratusan tahun sebelum akhirnya bangkit kembali sejak 2010. Sejak saat itu, gunung ini menjadi salah satu simbol betapa tak terduganya alam gunung yang dianggap tenang bisa sewaktu-waktu kembali menggeliat.
Lokasi: Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur Status: Level II (Waspada)
Dari ujung timur Indonesia, gunung setinggi 1.523 mdpl ini juga tak mau ketinggalan unjuk aktivitas. Letusannya menghasilkan kolom abu yang condong ke arah tenggara, dengan sebaran material pijar di sekitar radius puncak.
Lokasi: Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara Status: Aktif, erupsi berulang
Dukono dikenal sebagai salah satu gunung dengan aktivitas erupsi paling konsisten di Indonesia, nyaris tanpa jeda mengeluarkan asap dan abu vulkanik dari kawahnya.
Lokasi: Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur Status: Aktif, erupsi periodik
Bersama gunung-gunung lain di kawasan timur, Lewotobi Laki-laki turut mencatatkan erupsi berulang dalam beberapa pekan terakhir, menambah daftar panjang aktivitas vulkanik yang mewarnai awal September 2026.
Delapan gunung di atas hanyalah “pemain utama” yang paling ramai diberitakan belakangan ini. Padahal, dari Sumatera hingga Maluku, masih banyak gunung aktif lain yang setiap hari dipantau ketat oleh petugas pos pengamatan. Berikut sebagian di antaranya, dikelompokkan per wilayah biar makin kebayang betapa luasnya jalur Cincin Api yang membentang di negeri kita.
Pulau Sumatera
Pulau Jawa
Bali dan Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku
Fakta menarik: Berbeda dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku yang berjejer di sepanjang Cincin Api, wilayah Kalimantan dan sebagian besar Papua justru relatif “bebas” dari gunung api aktif karena posisinya yang jauh dari zona tumbukan lempeng tektonik utama.
Tak semua gunung aktif sedang meletus. Beberapa seperti Gunung Gede (Jawa Barat, Level I/Normal), Gunung Kelud dan Gunung Salak, serta raksasa purba Gunung Tambora dan kaldera raksasa Danau Toba, tetap berstatus gunung aktif yang terus dipantau meski tidak menunjukkan gejolak berarti saat ini. Status “Normal” bukan berarti aman selamanya — hanya berarti belum ada peningkatan aktivitas yang signifikan secara visual maupun instrumental.
Catatan penting: Aktivitas vulkanik bisa berubah kapan saja, kadang dalam hitungan jam. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung berapi atau berencana mendaki, selalu pantau informasi resmi dan terkini melalui MAGMA Indonesia (Badan Geologi, Kementerian ESDM) sebelum beraktivitas di area rawan. (Amelia Faridha Zhariif)