SERAYUNEWS – Bulan puasa Ramadhan segera tiba, tepatnya pada 1 Maret 2025 mendatang.
Ini merupakan bulan selalu dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, serta membersihkan hati dan jiwanya.
Namun, tak sedikit dari kita yang mungkin lalai dalam mempersiapkan diri menyambutnya.
Oleh karena itu, khutbah Jumat kali ini menjadi momen yang tepat untuk mengingatkan diri dan seluruh jemaah tentang pentingnya persiapan menjelang Ramadhan.
Sementara itu, sebuah khutbah dengan nada sedih alias penuh renungan bisa membuat hati lebih tersentuh.
Dengan demikian, ini bakal mengingatkan kita bahwa mungkin ini adalah Ramadhan terakhir yang bisa kita jalani.
Apalagi, kita tidak tahu apakah tahun depan masih diberikan kesempatan untuk beribadah di bulan suci ini.
Nah, jika Anda bertugas sebagai khatib, berikut adalah contoh khutbah Jumat persiapan bulan puasa Ramadhan 2025 yang sedih, singkat tapi lengkap.
(Pembacaan doa Mukadimah)
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk kembali duduk di majelis ilmu ini.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Waktu berjalan begitu cepat, dan kini kita telah berada di penghujung bulan Syaban.
Itu berarti bulan suci Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, insyaAllah akan dimulai pada 1 Maret 2025.
Bulan yang penuh berkah, bulan yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana pintu rahmat dan ampunan Allah terbuka selebar-lebarnya.
Namun, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang mulia ini?
Ataukah kita masih sibuk dengan dunia, tanpa menyadari bahwa mungkin ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita?
Berapa banyak saudara-saudara kita yang tahun lalu masih bisa berpuasa bersama, tetapi kini telah menghadap Allah?
Kita pun tidak tahu apakah tahun depan masih diberikan kesempatan untuk bertemu Ramadhan lagi.
Oleh karena itu, mari kita gunakan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa ada perubahan dalam diri kita.
Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang melewati Ramadhan, tetapi tetap dalam keadaan lalai, tetap dalam kebiasaan dosa, dan tidak mendapatkan ampunan-Nya. Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” (HR. Ahmad)
Jemaah yang dimuliakan Allah,
Persiapan menyambut Ramadhan bukan hanya sebatas membeli kurma, menyiapkan menu sahur dan berbuka, atau membuat rencana mudik.
Persiapan yang paling penting adalah persiapan hati, iman, dan amal kita.
Mulailah dari sekarang:
Jadi, Ramadhan bukan sekadar bulan yang datang setiap tahunnya.
Ramadhan adalah peluang emas untuk meraih ampunan, membentuk kebiasaan baik, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah.
Untuk itu, jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini.
Barakallahu lii wa lakum fiil Qur’anil ‘Adzim, wa nafa’anii wa iyyakum bima fihi minal ayati wa dzikril hakim.
Aqoolu qouli haadza, wa astaghfirullah lii wa lakum, wa lisaa’iril muslimiin wal muslimat, fastaghfiruuh, innahu huwal ghafuurur rahiim.
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,
Jemaah yang dimuliakan Allah,
Semoga Allah SWT memberi kita umur panjang untuk sampai ke Ramadhan, memberi kita kekuatan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh, serta menerima amal ibadah kita.
Tak hanya itu, puasa juga merupakan kewajiban yang mana harus dilaksanakan oleh umat Muslim.
Dalam Surat Al Baqarah Ayat 183 berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ – ١٨٣
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
Dengan demikian, kita harus menjalankan puasa ini dengan penuh keikhlasan.
Jika kita menjalani Ramadhan dengan jiwa seperti itu, insyaAllah kita akan keluar dari bulan ini dalam keadaan suci, seperti bayi yang baru dilahirkan tanpa dosa.
Jadi, intinya, jemaah sekalian, jangan sia-siakan kesempatan ini.
Sebagai penutup, marilah kita bersama-sama berdoa supaya kita semua diberikan kelancaran, keberkahan dan kesehatan selama bulan puasa Ramadhan ini.
(Membaca doa akhir khutbah Jumat kedua)
Nah, itu tadi teks khutbah Jumat persiapan bulan Ramadhan 2025 yang sedih dan bisa dijadikan contoh.***