Rabu, 25 Mei 2022

Klaster Covid-19 di Sumbang karena Ada yang Nekat ke Musala Walau Batuk dan Demam

covid-19 desa karangcegak sumbang
Covid-19 iluastration by @articular at freepik.com

Sebanyak 33 orang positif Covid-19 di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kasus ini terjadi karena ada seorang yang nekat ke musala walau dalam kondisi batuk dan demam.


Sumbang, serayunews.com

Penyebab klaster musala ini terkuat setelah pihak Pemkab Banyumas melakukan tracing, dengan mencari sumber kasus tersebut bermula. Hasilnya, diduga ada satu warga yang bergejala Covid-19 hingga menularkan warga lainnya.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Camat Sumbang, Purjito. Dia mengatakan ada seorang jemaah di musala Al-Ikhlas Sumbang dikabarkan mengalami gejala bantuk dan demam. Namun, sempat mengikuti ibadah di musolala tersebut. Hingga akhirnya yang bersangkutan dibawa ke Puskesmas Sumbang dan dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga  DPRD Purbalingga Pantau Pembayaran THR di Perusahaan, Ini Hasilnya

“Kemudian pada tanggal 29 April, dilakukan tracing, kepada orang-orang yang memiliki kontak erat, seperti jemaah musola Al-Ikhlas,” kata dia, Rabu (5/5).

Dari tracing pertama, ditemukan 11 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Kemudian tracing kedua dilakukan pada 1 Mei terhadap 59 orang. Hasilnya 22 orang dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, Purjito menambahkan, pihaknya telah melakukan penanganan lebih lanjut, dengan menutup musala tersebut, dari berbagai macam kegiatan. Hingga kemudain dilakukan sterilisasi dengan cairan desinfektan.

Berita Terkait

Berita Terkini