
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan strategi untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyasar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui program sosialisasi dan pendidikan pemilih (sosdiklih).
Langkah ini dilakukan karena anak-anak berusia 14–16 tahun saat ini diperkirakan akan menjadi bagian dari pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Di Kabupaten Banyumas, jumlah kelompok tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 80.000 orang atau sekitar 6 persen dari total daftar pemilih.
Jika digabungkan dengan kelompok generasi muda lainnya, proporsi pemilih muda diperkirakan akan mendominasi Pemilu 2029 hingga mencapai sekitar 60 persen.
Untuk menjangkau para calon pemilih tersebut, KPU Kabupaten Banyumas menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Pendidikan.
Program pendidikan pemilih akan menyasar 71 SMP negeri dan 84 SMP swasta yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.
Anggota KPU Kabupaten Banyumas, Sufi Sahlan Ramadhan, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan sebagai langkah awal pelaksanaan program.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepakatan yang sebelumnya ditandatangani Ketua KPU Kabupaten Banyumas bersama Bupati Banyumas guna memperkuat pelaksanaan pendidikan pemilih di lapangan.
Pertemuan dihadiri Anggota KPU Kabupaten Banyumas, Sidiq Fathoni dan Sufi Sahlan Ramadhan, serta disambut langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri.
Sufi menjelaskan, pendidikan pemilih sebenarnya sudah pernah dilakukan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) maupun saat pelaksanaan pemilihan ketua OSIS.
Dalam kegiatan tersebut, KPU hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai demokrasi dan kepemiluan.
Ke depan, pelaksanaan sosialisasi akan dibuat lebih fleksibel. Kegiatan dapat dilakukan langsung di sekolah maupun melalui program outing class, yakni kunjungan siswa ke Kantor KPU Banyumas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan siap mendukung pelaksanaannya.
“Kami akan menyampaikan kegiatan sosdiklih ke sekolah. KPU dapat menyampaikan secara tertulis konsep kegiatan yang akan disampaikan tersebut apakah dengan outing class atau KPU datang ke sekolah. Prinsipnya kami akan merekomendasikan kegiatan tersebut,” kata Sugiri.
Anggota KPU Banyumas, Sidiq Fathoni, menambahkan bahwa pendidikan pemilih juga dapat dikembangkan melalui Pojok Demokrasi di perpustakaan sekolah.
Melalui program tersebut, sekolah dapat menyediakan modul maupun buku saku kepemiluan sebagai sarana belajar bagi siswa.
Namun, ia mengakui keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan apabila kegiatan tatap muka harus dilaksanakan secara bersamaan di seluruh sekolah.
Menanggapi keterbatasan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Banyumas mengusulkan pola pendidikan pemilih berbasis subrayon atau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP.
Melalui skema ini, setiap sekolah dapat mengirimkan perwakilan guru maupun siswa untuk mengikuti pembekalan dari KPU.
Selanjutnya, peserta tersebut bertugas menyebarluaskan materi kepada siswa lainnya di sekolah masing-masing.
Skema tersebut dinilai menjadi solusi efektif untuk menjangkau ribuan calon pemilih pemula yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyumas.
Melalui kolaborasi antara KPU dan Dinas Pendidikan, pendidikan demokrasi diharapkan dapat ditanamkan sejak usia sekolah sehingga lahir generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab pada Pemilu 2029 mendatang.