
SERAYUNEWS – Perburuan gelar Liga Inggris musim 2025/2026 semakin panas. Manchester City kembali memberi tekanan besar kepada Arsenal usai menghajar Crystal Palace dengan skor telak 3-0 di Stadion Etihad, Kamis (14/5/2026) WIB.
Kemenangan ini membuat jarak City dengan Arsenal kini hanya tersisa dua poin saja. Dan yang lebih mengkhawatirkan bagi fans The Gunners: momentum sepenuhnya ada di tangan pasukan Pep Guardiola.
Manchester City tampil sangat dominan sejak awal laga. Mereka mengontrol permainan dengan penguasaan bola mencapai 72 persen dan akurasi operan menyentuh 91 persen.
Gol pembuka dicetak Antoine Semenyo pada menit ke-32 sebelum Omar Marmoush menggandakan keunggulan delapan menit kemudian. Di babak kedua, Savinho menutup pesta kemenangan lewat gol pada menit ke-84.
Secara statistik, City melepaskan 14 tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Palace praktis kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.
Saat ini Arsenal masih memimpin klasemen dengan 79 poin dari 36 pertandingan, sementara City menguntit dengan 77 poin dari jumlah laga yang sama.
Di atas kertas, Arsenal memang masih sangat diunggulkan. Mereka hanya perlu menjaga konsistensi dalam dua laga terakhir melawan Burnley dan Crystal Palace.
Masalahnya, performa Arsenal belakangan justru mulai membuat khawatir.
Saat menghadapi West Ham United pekan lalu, Arsenal memang menang 1-0. Tapi permainan mereka jauh dari kata meyakinkan.
Pasukan Mikel Arteta terlihat tegang, terburu-buru, dan kesulitan menciptakan peluang bersih. Gol kemenangan pun baru datang di menit ke-83 lewat Leandro Trossard.
Jika bermain dengan tekanan seperti itu lagi, Arsenal bisa saja terpeleset di momen paling menentukan.
Secara kualitas, Burnley jelas di bawah Arsenal. Klub tersebut kini berada di posisi ke-19 dan hampir pasti degradasi. Namun justru itulah yang membuat laga ini berbahaya.
Tim papan bawah Premier League sering kali bermain tanpa tekanan dan mampu menciptakan kejutan besar. Arsenal hanya butuh satu kesalahan kecil untuk kehilangan segalanya. City? Mereka tampak siap menyapu bersih sisa pertandingan.
Di tengah tekanan yang semakin besar, Pep Guardiola terlihat tetap percaya diri. Dua kemenangan beruntun dengan performa dominan menjadi pesan jelas: Manchester City belum menyerah.Kini tekanan sepenuhnya ada di Arsenal.
Karena dalam perebutan gelar seperti ini, kadang bukan tim terbaik yang menang, melainkan tim yang paling tenang saat semua orang mulai panik.