
SERAYUNEWS- Mendekati Tahun Baru Imlek 2026, ada satu sosok kecil berwarna merah yang mencuri perhatian di tengah hiruk pikuk persiapan Tahun Kuda Api di Tiongkok.
Warganet menjulukinya sebagai kuda menangis karena ekspresi yang murung dan seperti hendak menitikkan air mata.
Di pasar grosir Yiwu International Trade City di Zhejiang, China, pengunjung kini ramai berhenti di satu kios kecil hanya untuk mencari boneka kuda berbulu merah dengan mulut melengkung ke bawah.
Boneka yang awalnya hanya dekorasi Imlek ini tiba-tiba menjelma menjadi bintang baru di antara lampion merah dan ornamen keberuntungan lainnya.
Kehadirannya seakan menjadi simbol kecil yang mengundang senyum sekaligus tawa getir di tengah euforia perayaan.
Fenomena kuda menangis sesungguhnya lahir dari satu kesalahan sederhana di pabrik.
Seorang pekerja tanpa sengaja menjahit bagian mulut boneka terbalik, sehingga senyum yang seharusnya ceria berubah menjadi garis cemberut yang jelas terlihat.
Zhang Huoqing, pemilik toko Happy Sister di Yiwu, sempat mengira produk dengan wajah murung itu adalah cacat produksi yang akan dikembalikan pelanggan.
Ia bahkan menawarkan pengembalian dana, namun nyatanya tak satu pun pembeli berniat mengembalikan boneka tersebut.
“Seorang pekerja secara tidak sengaja menjahit mulutnya terbalik,” kata Zhang menjelaskan asal-usul ekspresi unik boneka itu.
Dari kesalahan kecil di jalur produksi itulah, sebuah tren baru bermula. Setelah foto-foto boneka kuda cemberut ini beredar di media sosial China, permintaan langsung melonjak tajam.
Warganet menjulukinya kuda menangis dan menjadikan sebagai bahan lelucon sekaligus simbol yang dirasa dekat dengan keseharian mereka.
“Sekarang, hampir setiap orang yang masuk ke toko meminta kuda yang menangis,” ujar Lou Zhenxian, penjual mainan perayaan yang sudah lebih dari 25 tahun berdagang.
Dari yang awalnya khawatir tak laku, boneka ini justru menjelma menjadi barang terlaris jelang Imlek 2026.
Secara fisik, kuda menangis terlihat seperti boneka Imlek pada umumnya. Ia berbahan plush lembut, dominan warna merah dengan aksen emas sebagai lambang keberuntungan.
Di lehernya tergantung lonceng emas kecil, sementara di tubuhnya ada bordiran bertuliskan doa rezeki dan keberkahan.
Yang membedakan adalah ekspresinya: mulut melengkung ke bawah, mata seolah menghindari tatapan, dan wajah yang tampak muram.
Justru perpaduan antara bentuk imut dan ekspresi tidak bersemangat itu yang membuat banyak orang jatuh hati.
Di balik ekspresi sendunya, kuda menangis tetap hadir sebagai bagian dari perayaan Tahun Kuda Api yang identik dengan energi, kerja keras, dan ketangguhan.
Banyak pembeli menjadikannya sebagai pengingat personal. Lelah boleh, mengeluh sesekali juga tidak apa-apa, selama tetap melangkah menyambut tahun yang baru.
Sebagian orang bahkan berharap boneka ini bisa menjadi tempat menaruh keluh-kesah mereka. Lalu, mereka meninggalkan rasa penat saat Imlek tiba dan suasana baru dimulai.
Di tengah gegap gempita lampion dan kembang api, seekor kuda merah kecil yang tampak sedih ini justru mengingatkan bahwa kebahagiaan kadang datang dari keberanian mengakui rasa lelah.***