
SERAYUNEWS– PSIW Wonosobo bakal menghadapi laga penentuan di Grup D Liga 4 Jawa Tengah 2026. Pada partai pamungkas, Laskar Kolodete membawa misi wajib menang saat bertandang ke markas Slawi United demi menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.
Pertandingan krusial tersebut akan berlangsung di Stadion Tri Sanja, Slawi, Kabupaten Tegal, pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan kick off pukul 15.00 WIB. Laga ini menjadi penentu nasib PSIW di fase grup.
Persaingan di Grup D Liga 4 Jawa Tengah terbilang sangat ketat. Hingga laga ketiga, Persitema memimpin klasemen sementara dengan 5 poin dari 3 pertandingan.
PSIW membuntuti di posisi kedua dengan 4 poin dari 3 laga. Sementara itu, Slawi United mengoleksi 2 poin dari 2 pertandingan, seluruhnya berakhir imbang.
Dalam catatan pertemuan, PSIW sempat kalah 0-1 dari Persitema, menang 3-1 atas Slawi United, dan imbang 1-1 saat kembali bertemu Persitema. Di sisi lain, Slawi United mencatat hasil seri 2-2 kontra Persitema dan imbang 1-1 melawan PSIW.
Slawi United sendiri baru melakoni laga tandang di Stadion Bhumipala Temanggung dan Stadion Kolodete Wonosobo. Tim berjuluk Laskar Hanggawana masih menyisakan dua laga kandang di Stadion Tri Sanja, termasuk menjamu PSIW.
Manajer Tim PSIW, A Hamal Wincahyo, menegaskan bahwa kemenangan menjadi harga mati jika timnya ingin mengamankan tiket ke fase gugur.
“Untuk bisa mengunci kelolosan ke babak 16 besar, PSIW harus meraih poin penuh di laga pamungkas melawan Slawi United,” ujar Hamal, Sabtu (17/1/2026).
Ia menambahkan, tim pelatih terus memaksimalkan persiapan, terutama dalam aspek fisik dan mental pemain.
“Kondisi fisik pemain yang masih kurang akan kami genjot. Mental bertanding juga terus kami bangun karena ini adalah laga hidup-mati,” tegasnya.
Menghadapi laga tandang berat tersebut, PSIW melakukan evaluasi menyeluruh. Beberapa pemain pilar dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning dan kartu merah, sehingga manajemen menyiapkan opsi tambahan pemain untuk memperkuat lini depan.
Hamal juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan masyarakat Wonosobo atas hasil kurang maksimal saat bermain di kandang sendiri.
“Kami mohon maaf karena saat menjamu Persitema, PSIW belum bisa meraih kemenangan. Padahal, sejak babak pertama kami mendominasi permainan, namun banyak peluang gagal dikonversi menjadi gol,” ungkapnya.
Menurutnya, evaluasi di sektor serang menjadi fokus utama agar peluang yang tercipta dapat dimaksimalkan di laga terakhir.
Pelatih PSIW, Hafiz Fajri Al-Mubarok, mengakui bahwa secara permainan, timnya mampu mengontrol laga, terutama di babak pertama saat menghadapi Persitema dan Slawi United.
“Di babak pertama, permainan cukup solid. Namun di babak kedua, banyak pemain kehilangan tenaga dan konsentrasi, sehingga performa tim menurun,” jelas Hafiz.
Untuk menghadapi Slawi United di Stadion Tri Sanja, Hafiz menegaskan akan menerapkan disiplin tinggi dan meminta seluruh pemain tampil all out, meski beberapa pemain inti harus absen.
“Target kami jelas, menang. Semua pemain harus bekerja ekstra dan menjaga fokus sepanjang pertandingan,” pungkasnya.