Sabtu, 29 Januari 2022

Pemberian Bansos Sembako di Rejasari Purwokerto Barat Diduga Salah Sasaran

Suwarni, warga Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat yang gagal menerima bansos. (Foto : Dok)

Pemberian bansos sembako di RT 02 RW 09 Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas diduga salah sasaran. Hal tersebut karena ada dua nama penerima yang sama, namun sampai saat ini bansos tersebut belum diterima oleh penerima yang berhak.


Purwokerto, Serayunews.com

Mantan anggota DPRD Banyumas, Yoga Sugama mengatakan, ia mendapat pengaduan dari salah satu warga Kelurahan Rejasari, dimana ada surat undangan pembagian kartu e-money untuk belanja bansos sembako atas nama Suwarni. Mengingat ada dua nama Suwarni di RT tersebut dan undangan tidak mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), maka ketua RT tidak berani membagikan.

Baca juga  Nasi Goreng ‘Tak Lazim’ Ini Banyak Digemari Warga Kota Purwokerto

“Ketua RT 02 RW 09 Kelurahan Rejasari, Pak Boman ini kemudian menyerahkan surat undangan tersebut kepada ketua RW, dengan tujuan supaya dilakukan klarifikasi, Suwarni mana yang berhak menerima undangan tersebut,” kata Yoga, Minggu (2/1).

Namun, surat undangan pembagian kartu e-money tersebut tidak dikembalikan kepada ketua RT. Atas saran beberapa warga, Suwarni kemudian mengecek pengumuman di kantor Kelurahan Rejasari. Ternyata nama Suwarni yang terpampang sebagai penerima bantuan adalah dengan NIK nya.

“Setelah memastikan bahwa penerima undangan untuk bantuan tersebut adalah dirinya, kemudian Ibu Suwarni menanyakan ke pihak kelurahan. Namun dari penjelasan pihak kelurahan, surat undangan tersebut sudah diserahkan kepada RW, sehingga Suwarni diminta untuk menanyakan ke RW atau RT setempat,” jelas Yoga.

Baca juga  Ada Anak Takut Divaksin, Wagub Jateng Ajak Ngobrol

Sementara itu, Suwarni mengatakan, ia sudah menanyakan perihal bantuan tersebut kepada suaminya, Slamet yang merupakan adik ipar dari ketua RW setempat, namun yang bersangkutan mengatakan tidak tahu.

“Dari keterangan beberapa warga, paket bantuan sembako yang seharusnya menjadi hak saya tersebut sudah diambil oleh orang lain, padahal saya sangat membutuhkan bantuan tersebut,” keluhnya.

Bansos yang menjadi hak Suwarni tersebut merupakan bansos sembako reguler yang per bulannya diberikan senilai Rp 200.000. Dan untuk bulan Desember 2021, bansos sembako tersebut diberikan untuk 4 bulan terakhir, sehingga nilainya total Rp 800.000.

Baca juga  Promo! Tiket Kereta Api Eksekutif di Daop 5 Purwokerto Dibanderol Mulai Rp 25 Ribu

“Selain bantuan sembako, Ibu Suwarni seharusnya menerima bantuan untuk program pengentasan kemiskinan berupa uang tunai senilai Rp 300.000 untuk tiga bulan, sehingga total Rp 900.000. Besok kita akan dampingi Ibu Suwarni untuk mengadu ke DPRD Banyumas terkait dugaan salah sasaran bansos ini,” tutur Yoga.

Berita Terkait

Berita Terkini