Minggu, 25 September 2022

Pemkab Purbalingga Punya Program Bedah Warung Lho

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Agus Winarno, saat memimpin rapat koordinasi, persiapan Roadshow UMKM, di ruang Rapat Bupati, Jumat (23/09/2022). (Foto: Humas Pemkab Purbalingga)

Renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sudah dijalankan sekian tahun oleh Pemkab Purbalingga. Tak hanya rumah, kali ini Pemkab juga akan melakukan renovasi warung rakyat. Program bertajuk ‘Dandan Warung’ diharapkan bisa membantu perputaran ekonomi kerakyatan.


Purbalingga, serayunews.com

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Johan Arifin menyampaikan, program tersebut akan direalisasikan di tahun ini. Sasarannya adalah warung kelontong yang dirasa perlu mendapatkan sentuhan. Dalam artian dari sisi penampilannya perlu lebih rapi.

“Program ini diperuntukkan bagi pemilik warung dari keluarga tidak mampu, yang membutuhkan perbaikan tempat usahanya yaitu warung,” katanya, saat Rakor Kesiapan Roadshow UMKM, di ruang Rapat Bupati, Jumat (23/09/2022).

Pada tahun anggaran 2022 ini, akan melakukan rehab 8 warung milik rakyat. Konsepnya, satu warung akan mendapatkan bantuan dana stimulant untuk rehab warung senilai Rp17 juta. Syaratnya merupakan warung yang masuk dalam warga miskin dan menjual sembako.

“Ada delapan warung untuk tahun ini,” ujarnya.

Program Dandan Warung ini, Dinperindag sudah memiliki prototip. Sehingga warung yang mendapatkan bantuan akan tampak seragam. Termasuk peralatan warung seperti rak display dan papan nama warung khas Purbalingga.

“Minimal warung tersebut berlantai keramik, memiliki ventilasi dan cahaya yang cukup, dan merupakan warung yang berada di lahan sendiri atau nempel rumah,” kata Johan.

Target 8 unit warung, 4 di antaranya akan dilaksanakan pada desa yang menjadi lokasi Roadshow UMKM. Masing-masing yakni Desa Bumisari Bojongsari, Desa Cendana Kutasari, Desa Selakambang Kaligondang dan satu desa di wilayah Karangreja.

“Sedangkan 4 lainnya, Dinperindag sudah mengantongi calon penerima bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Agus Winarno, menyampaikan bahwa roadshow akan dimulai bulan depan. Kegiatan ini juga memiliki tujuan sebagai langkah penunjang mengembalikan roda perekonomian dan mendukung kebangkitan sektor perekonomian. Harapannya juga bisa mengentasan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Purbalingga.

“Panitia akan mendirikan stand-stand produk UMKM, termasuk stand pasar murah yang akan menjual paket sembako seharga Rp75 ribu, namun masyarakat hanya membayar Rp25 ribu rupiah. Paket ini berisi beras 3 kg, minyak goreng 1 liter dan 3 kg gula pasir,” kata Agus Winarno

Nantinya Roadshow UMKM akan didukung oleh sejumlah OPD pelayanan dan BUMD. Kegiatan selama roadshow meliputi meliputi talkshow interaktif Bupati dengan Successtory pelaku UMKM, gelar produk UMKM, On The Spot Service oleh OPD, BUMD dan lainnya termasuk pagelaran hiburan rakyat kearifan lokal.

Berita Terpopuler

Berita Terkini