Senin, 23 Mei 2022

Pemulung yang Ditemukan Meninggal di Gedung Bekas Puskesmas di Banjarnegara ini, Sudah Dua Bulan Sering Mengeluh Pusing

Pemulung yang Ditemukan Meninggal di Gedung Bekas Puskesmas di Banjarnegara ini, Sudah Dua Bulan Sering Mengeluh Pusing

Kakek 68 tahun yang ditemukan meninggal dunia di gedung bekas Puskesmas Karangkobar, Selasa (12/4/2022) malam ini, diketahui sering mengeluh sakit dan pusing sejak dua bulan terakhir. Saat ditemukan, kakinya juga terlihat bengkak.


Banjarnegara, Serayunews.com

Laporan ditemukannya orang meninggal dunia di bekas bangunan Puskesmas Karangkobar ini, pertama dilaporkan ke Polsek Karangkobar dengan Nomor : LT / /IV/2022/Sek Krb tertanggal 12 April 2022 sekitar pukul 19.50 WIB.

Baca juga  Begini Kisah Warga Karanglewas Banyumas Ganti Kelamin dan Pandangan Psikolog UMP 

Laporan pertama kali dilakukan oleh rekannya bernama Nasikhin (91) warga Desa Biting, Kecamatan Pejawaran yang didampingi oleh relawan dari RAPI lokal Karangkobar.

Pelapor menyebutkan, bahwa di gedung lama bekas Puskesmas Karangkobar yang berada di Desa Leksana RT 02 RW 04 Kecamatan Karangkobar, ada orang meninggal dunia.

Mayat pemulung bernama Misman Mismadi (68) itu, pertama kali ditemukan oleh Sutimah (65) yang juga seorang pemulung di wilayah tersebut. Melihat rekannya tidak bernyawa, disampaikannya pada Nasikhin dan dilanjutkan ke Polsek Karangkobar.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto melalui Kapolsek Karangkobar, AKP Suprapto, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dari penuturan para saksi, Misman memang sudah sakit-sakitan sejak dua bulan terakhir.

Baca juga  Hendak Pergi ke Sawah, Petani di Kemangkon Purbalingga Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Ini

“Jadi sudah sering mengeluh pada rekannya, sering pusing sejak dua bulan terakhir. Kakinya juga sudah terlihat bengkak,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan dari Puskesmas Karangkobar, kuat dugaan yang bersangkutan meninggal karena sakit. Cuaca dingin, menyebabkan sakitnya makin parah. Kondisi tempat tinggal yang kumuh, juga ikut menambah parahnya penyakit yang diderita.

“Akhir-akhir ini, cuaca di wilayah atas Banjarnegara ini memang sangat dingin,” kata Satgas RAPI Lokal Karangkobar, Santoro.

Setelah diperiksa, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi pada jasad tersebut. Sehingga jenazah tersebut langsung diserahkan pada keluarga, untuk dimakamkan.

Berita Terkait

Berita Terkini