
SERAYUNEWS-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didorong untuk bertransformasi agar mampu menjadi organisasi profesi guru berkelas dunia. Transformasi tersebut dinilai mutlak diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin kompleks dan dinamis.
Hal itu disampaikan Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan PB PGRI, James Frans Tomasow, saat menjadi narasumber seminar di Rumah Guru PGRI Banjarnegara, Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan pengurus PGRI dan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Kabupaten Banjarnegara.
Dalam kesempatan itu, James juga menyerahkan bantuan berupa seperangkat alat podcast kepada PGRI Banjarnegara. Bantuan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian PGRI Banjarnegara yang tercatat sebagai peserta terbanyak dalam Diklat daring Guru Indonesia Maraton Belajar (Gemar).
James menegaskan, para pemimpin PGRI tidak cukup hanya mengelola organisasi atau sekolah, tetapi harus mampu membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan adaptif.
“Pemimpin PGRI bukan sekadar memimpin organisasi atau sekolah, tetapi membangun ekosistem. Tantangan abad ke-21 tidak bisa dihadapi dengan pendekatan abad ke-20, 19, atau bahkan 18. Harus dijawab dengan cara abad ke-21,” katanya.
Ia mengakui, hingga kini masih banyak sekolah dan organisasi di bawah PGRI yang menerapkan pola pengelolaan lama. Menurutnya, perubahan harus segera dilakukan dengan pendekatan berbasis data dan komitmen yang kuat.
“Kalau sudah berkomitmen bertransformasi, terus melangkah maju dan jangan kembali ke cara lama. Transformasi kadang membutuhkan ketegasan, bahkan tangan yang keras,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara Heling Suhono menyampaikan harapannya agar seminar tersebut menjadi momentum perubahan bagi organisasi yang dipimpinnya.
Ia mengatakan, PGRI Banjarnegara mulai menerapkan pola-pola baru dalam tata kelola organisasi, termasuk peningkatan ketertiban administrasi dan penguatan inovasi.
“Kami berupaya menerapkan cara-cara baru yang lebih tertib dan inovatif. Untuk sektor usaha, kami juga telah mendirikan koperasi yang tinggal dijalankan,” kata Heling.
Heling berharap ke depan PGRI tidak lagi bergantung sepenuhnya pada iuran anggota dalam menjalankan roda organisasi. Selain itu, ia menargetkan sekolah-sekolah di bawah naungan PGRI dapat berkembang menjadi sekolah unggulan yang dipercaya dan diminati masyarakat.
“Harapannya, PGRI semakin mandiri dan sekolah-sekolah PGRI menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.