SERAYUNEWS – Nama Riva Siahaan belakangan ini menjadi salah satu nama paling dicari di internet.
Simak profil dan biodata Riva Siahaan, Dirut Pertamina Patra Niaga yang baru-baru ini terjerat kasus korupsi beserta kekayaannya berikut ini.
Dunia perminyakan Indonesia diguncang oleh kasus dugaan korupsi yang melibatkan jajaran petinggi PT Pertamina.
Salah satu nama yang mencuat dalam skandal ini adalah Riva Siahaan, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, yang resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang.
Bersama enam tersangka lainnya, Riva kini mendekam di Rumah Tahanan Kejaksaan Agung untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari pertama.
Dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pengelolaan minyak mentah dan produk kilang ini ditaksir menyebabkan kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun.
Riva Siahaan diduga memiliki peran kunci dalam skema korupsi ini. Ia bersama dua tersangka lainnya disebut mengatur jalannya rapat optimalisasi hilir yang dijadikan landasan untuk menurunkan produksi kilang.
Selain itu, ada indikasi bahwa Riva turut andil dalam memenangkan broker minyak mentah dan produk kilang secara ilegal.
Salah satu modus yang terungkap adalah upaya “menyulap” BBM jenis Pertalite menjadi Pertamax dengan cara yang melawan hukum.
Kejaksaan Agung juga mengungkapkan adanya dugaan mark-up harga dalam proses impor minyak mentah serta praktik blending ilegal yang menyebabkan negara mengalami kerugian besar.
Riva Siahaan adalah seorang eksekutif dengan pengalaman panjang di industri energi. Ia bergabung dengan PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2008 setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Manajemen Ekonomi di Universitas Trisakti.
Kemudian, ia melanjutkan studinya hingga meraih gelar Magister Business Administration dari Oklahoma City University, Amerika Serikat.
Sepanjang kariernya di Pertamina, ia telah menempati berbagai posisi strategis, di antaranya sebagai Key Account Officer, Senior Bunker Officer, dan Bunker Trader.
Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai VP Crude and Gas Operation di PT Pertamina International Shipping sebelum akhirnya dipercaya menjadi Direktur Komersial perusahaan tersebut pada tahun 2021.
Puncak kariernya terjadi pada 2023 ketika ia diangkat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga menggantikan Alfian Nasution.
Sebagai eksekutif terkemuka, Riva memiliki kekayaan yang cukup besar. Berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Maret 2024, total kekayaannya mencapai Rp21,6 miliar.
Namun, setelah dikurangi dengan utang sebesar Rp2,6 miliar, nilai bersih hartanya tercatat sekitar Rp18,9 miliar. Berikut adalah rincian aset yang dimilikinya:
Menanggapi kasus ini, PT Pertamina menyatakan akan menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa perusahaan akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan kasus ini ditangani secara transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kejaksaan Agung menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan ada kemungkinan pengembangan lebih lanjut terhadap kasus ini.
Dengan nilai kerugian yang begitu besar, publik menaruh harapan besar agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan, serta memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi di sektor energi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tata kelola industri minyak dan gas di Indonesia masih perlu pengawasan ketat untuk mencegah terjadinya praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat luas.
***