
JAKARTA, SERAYUNEWS – Nama Susanah menjadi perhatian publik setelah disebut Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI tahun 2026.
Dalam pidato tersebut, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai salah satu warga yang hadir sebagai tamu istimewa. Ia disebut sebagai buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako.
Penyebutan nama Susanah kemudian menarik perhatian masyarakat. Namun, di tengah sorotan tersebut, informasi mengenai sosok Susanah masih terbatas di ruang publik.
Hingga saat ini, informasi yang diketahui mengenai Susanah sebagian besar berasal dari pernyataan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan dan pemberitaan yang mengutip pernyataan tersebut.
Susanah disebut Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI 2026 yang berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah selama satu tahun terakhir, termasuk terkait program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako.
Sebagai bagian dari penyampaian tersebut, Presiden memperkenalkan beberapa warga yang hadir sebagai penerima manfaat program pemerintah, salah satunya Susanah.
“Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Berdasarkan keterangan tersebut, Susanah diketahui berasal dari Kabupaten Bogor dan bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang.
Setelah namanya disebut dalam pidato kenegaraan, informasi mengenai Susanah mulai banyak dicari publik.
Berdasarkan informasi yang tersedia, beberapa fakta mengenai Susanah yang dapat diketahui yakni:
Namun, informasi mengenai kehidupan pribadi Susanah masih belum banyak tersedia.
Belum ditemukan informasi publik yang menjelaskan secara rinci mengenai usia, pendidikan, kondisi keluarga, tempat tinggal spesifik, maupun perjalanan pekerjaannya sebagai pengupas bawang.
Selain disebut dalam pidato kenegaraan, Susanah juga hadir langsung dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memperkenalkan sejumlah warga yang disebut sebagai tamu istimewa. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, petani, pekerja informal, hingga penerima program bantuan pemerintah.
Susanah menjadi salah satu nama yang disebut dalam rangkaian pengenalan tersebut. Penyebutan dirinya sebagai buruh harian pengupas bawang membuat perhatian publik tertuju pada sosok pekerja informal yang sebelumnya tidak banyak dikenal.
Namun, setelah momen tersebut, informasi mengenai kehidupan Susanah di luar penyebutan dalam pidato masih belum banyak tersedia.
Belum diketahui secara pasti bagaimana kesehariannya sebagai pengupas bawang, sejak kapan pekerjaan tersebut dijalani, maupun bagaimana kondisi pekerjaannya sebelum namanya disebut dalam pidato kenegaraan.
Pekerjaan sebagai pengupas bawang merupakan salah satu bagian kecil dalam rantai penyediaan bahan pangan yang sering kali tidak banyak mendapat perhatian.
Sebelum sampai kepada konsumen, berbagai bahan makanan melewati proses panjang yang melibatkan banyak pekerja, termasuk mereka yang bekerja dalam sektor informal.
Dalam konteks tersebut, penyebutan Susanah dalam pidato kenegaraan membawa perhatian terhadap kelompok pekerja yang sehari-hari berada di balik proses produksi dan distribusi pangan.
Meski demikian, kisah pribadi Susanah masih membutuhkan informasi langsung dari yang bersangkutan untuk mengetahui lebih jauh mengenai perjalanan hidup, pekerjaan, maupun pengalaman selama menjalani profesinya.
Di tengah perhatian publik terhadap namanya, profil lengkap Susanah hingga kini masih belum banyak ditemukan.
Berdasarkan penelusuran informasi yang tersedia, belum terdapat keterangan publik yang menjelaskan secara rinci mengenai:
Selain itu, belum ditemukan pula wawancara langsung dengan Susanah yang menjelaskan kehidupannya dari sudut pandangnya sendiri.
Kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam pemberitaan mengenai Susanah. Sebab, perhatian publik terhadap seorang warga biasa perlu diimbangi dengan informasi yang berasal langsung dari sumber utama.
Penyebutan nama Susanah dalam pidato kenegaraan menunjukkan bagaimana kehidupan warga biasa dapat menjadi bagian dari perhatian nasional.
Namun, di balik satu nama yang disebut dari podium, masih terdapat banyak cerita yang belum terungkap.
Susanah bukan hanya tentang pekerjaan sebagai pengupas bawang, tetapi juga tentang bagaimana pekerja informal menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Untuk mengetahui kisahnya secara lebih utuh, diperlukan informasi langsung dari Susanah maupun pihak terkait yang mengenalnya lebih dekat. (Akhmad Sofwan Jauhari)***