
SERAYUNEWS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, banyak umat Islam mulai bertanya, puasa Syaban tanggal berapa bisa dimulai dan sampai kapan batas akhirnya?
Pertanyaan ini wajar, mengingat bulan Syaban dikenal sebagai salah satu bulan istimewa yang dipenuhi dengan berbagai amalan sunah.
Bulan Syaban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Hijriah dan menjadi penghubung antara bulan Rajab dan Ramadhan.
Karena posisinya yang strategis, Syaban sering dimanfaatkan sebagai momentum melatih diri agar lebih siap secara fisik maupun spiritual dalam menyambut kewajiban puasa Ramadhan.
Puasa di bulan Syaban diperbolehkan dan dianjurkan sebagai bagian dari amalan sunah.
Bahkan, bulan ini dikenal sebagai waktu yang sangat baik untuk memperbanyak ibadah.
Selama Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunah, zikir, sedekah, serta puasa sunah.
Bulan Syaban merupakan bulan mulia dan istimewa. Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk membiasakan diri dengan amal-amal kebaikan sebelum memasuki Ramadhan.
Dengan demikian, ketika Ramadhan tiba, Anda sudah terbiasa menjalani ibadah dengan ritme yang lebih kuat dan konsisten.
Setiap amalan tentu harus diniatkan semata-mata untuk mengharap rida Allah Swt.
Syaban bukan sekadar bulan persiapan, tetapi juga waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah secara menyeluruh.
Berdasarkan kalender Islam atau kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Menteri Agama (Menag) RI, Syaban 1447 Hijriah dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026.
Bulan ini diperkirakan berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung hasil rukyatul hilal.
Artinya, sejak 20 Januari 2026, umat Islam sudah dapat melaksanakan berbagai amalan sunah khas bulan Syaban, termasuk puasa sunah.
Pertanyaan berikutnya, puasa Syaban sampai kapan batas akhirnya? Jawabannya sangat berkaitan dengan penetapan awal Ramadhan.
Untuk tahun 2026, 1 Ramadhan diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama masih akan menetapkan awal Ramadhan melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026.
Dengan demikian, puasa sunah Syaban dapat dilaksanakan hingga pertengahan Februari 2026, dengan tetap memperhatikan larangan berpuasa satu atau dua hari menjelang Ramadhan, kecuali bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa sunah rutin.
Melansir laman Muhammadiyah, selama bulan Syaban umat Islam boleh melaksanakan berbagai ibadah sunah tanpa mengkhususkan satu bentuk ibadah tertentu.
Artinya, Anda bebas memilih jenis puasa sunah sesuai kemampuan dan kebiasaan.
Beberapa puasa sunah yang bisa dilakukan selama bulan Syaban antara lain:
Puasa Daud dilakukan dengan pola sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa, sedangkan puasa Senin Kamis dan Ayyamul Bidh dilakukan pada hari-hari tertentu.
Berikut jadwal puasa Senin Kamis selama bulan Syaban 1447 H:
Tanggal-tanggal ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin konsisten menjalankan puasa sunah menjelang Ramadhan.
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Untuk bulan Syaban 1447 H, jadwalnya adalah:
Puasa Ayyamul Bidh dikenal memiliki keutamaan besar karena pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun jika dilakukan secara rutin setiap bulan.***