
SERAYUNEWS – Sebanyak 228 pelajar SMA/SMK/MA mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2026. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, Tri Gunawan Setyadi, mewakili Bupati Purbalingga, di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Senin (6/4/2026).
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah lolos hingga tahap seleksi. Menurutnya, para peserta merupakan pelajar terpilih yang menjadi bibit unggul dari masing-masing sekolah“Selamat kepada anak-anak yang mengikuti seleksi. Kalian adalah yang terpilih dan menjadi perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, peluang untuk melaju ke tingkat provinsi hingga nasional terbuka lebar bagi peserta terbaik.
“Kami mohon keseriusan adik-adik dalam mengikuti seleksi ini. Siapa tahu ada yang bisa mewakili Purbalingga di tingkat provinsi bahkan nasional. Itu tentu menjadi kebanggaan bagi daerah,” tambahnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Purbalingga, Much Umar Faozi, menjelaskan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara online melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka pada 1–20 Maret 2026.
Dari total 256 pendaftar, sebanyak 13 peserta dinyatakan gugur karena tidak melengkapi berkas, sehingga tersisa 243 peserta. Selanjutnya, pada tahap seleksi administrasi yang dilaksanakan pada 25–27 Maret 2026, sebanyak 15 peserta tidak lolos, terdiri dari 7 putra dan 8 putri.
“Sehingga jumlah peserta yang mengikuti seleksi hari ini sebanyak 228 orang, terdiri dari 132 pelajar putra dan 96 pelajar putri,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan Paskibraka Kabupaten Purbalingga tahun 2026 sebanyak 31 orang, terdiri dari 20 putra dan 11 putri. Dari jumlah tersebut, masing-masing satu putra dan satu putri akan dikirim untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Harapannya, perwakilan dari Purbalingga bisa lolos hingga tingkat nasional dan menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya.