
SERAYUNEWS—Sebanyak 616 Pramuka Siaga dari 39 sekolah di Kecamatan Cilacap Selatan mengikuti kegiatan Pesta Siaga yang digelar di Lapangan Bangga Mbangun Desa, Cilacap, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus pengembangan keterampilan bagi peserta usia sekolah dasar.
Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Cilacap Selatan, Nining Murningsih, mengatakan kegiatan tersebut telah dipersiapkan secara matang sejak beberapa hari sebelumnya. Persiapan meliputi kesiapan fisik peserta, materi perlombaan, hingga koordinasi panitia dan dewan juri.
“Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu melalui berbagai pertemuan panitia. Bahkan kami juga menghadirkan juri dari dalam maupun luar daerah, terutama untuk mata lomba yang memiliki tingkat subjektivitas cukup tinggi,” kata Nining.
Ia menjelaskan, dalam Pesta Siaga tahun ini terdapat 10 taman kegiatan yang dilombakan, termasuk tambahan lomba vlog siaga, pionering, dan rehingle satu. Ratusan peserta yang terlibat terdiri dari barung putra dan barung putri dari berbagai pangkalan sekolah di wilayah Cilacap Selatan.
Menurut Nining, kegiatan tersebut bertujuan membangun karakter positif anak sejak dini sekaligus memberikan pengalaman berharga melalui interaksi dengan sesama anggota Pramuka dari sekolah lain.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa saling mengenal dan mendapatkan pengalaman terbaik. Lomba bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan agar pembinaan kepramukaan di pangkalan semakin semangat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Cilacap Selatan, Agus Wantoso, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Pesta Siaga menjadi momentum penting dalam pembentukan sikap dan karakter anak melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membentuk karakter anak melalui berbagai keterampilan. Peserta berasal dari sekolah-sekolah se-Kecamatan Cilacap Selatan dan diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan,” kata Agus.
Ia menambahkan, kegiatan kepramukaan harus dikemas dengan suasana gembira mengingat peserta masih berada pada usia bermain. Dengan konsep belajar sambil bermain, diharapkan anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
“Yang terpenting bukan soal menang atau kalah, tetapi manfaat yang didapat. Anak-anak bisa belajar, bermain, sekaligus menambah teman baru,” jelasnya.
Agus juga menekankan pentingnya kolaborasi antar sekolah dan para pembina Pramuka dalam meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda di wilayahnya. Menurutnya, sinergi tersebut dapat memperkaya pengalaman peserta serta memperkuat nilai kebersamaan.