Kamis, 29 September 2022

Selama Berhenti Operasional, Bus Trans Banyumas Lakukan Pembenahan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie (Foto : Dok istimewa)

Pembenahan terus dilakukan selama Bus Trans Banyumas berhenti beroperasi. Mulai dari pembenahan manajemen lelang hingga pembenahan ritase bus pada koridor tertentu serta pemeliharaan bus secara rutin.


Purwokerto, Serayunews.com

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan, meskipun berhenti beroperasi, namun pemeliharaan bus terus dilakukan secara rutin. Para awak bus setiap pagi selalu membersihkan serta memanasi mesin bus.

“Awak Bus Trans Banyumas ini kan digaji bulanan, sehingga mereka tetap bekerja walaupun bus tidak beroperasi. Karena bus tetap harus dipanasi setiap hari, dibersihkan dan sebagainya,” jelasnya, Rabu (5/1/2022).

Sementara itu dari paparan Ketua Konsorsium, Ipung M Marsikun, ada 12 operator yang terlibat dalam konsorsium. Dari hasil evaluasi, sejak dioperasikan tanggal 5 Desember 2021, tiga koridor load factornya rata-rata 91,87 persen, dengan rata-rata harian jumlah penumpang mencapai 3.540 orang.

Untuk koridor 1, layanan sudah sesuai perhitungan, yaitu 39 kilometer per ritase atau 195 kilometer per hari. Kemudian untuk koridor 2, layanan resi sepanjang 48,3 kilometer per ritase atau 192,8 kilometer per hari dan untuk koridor 3 layanan resi sepanjang 53 kilometer per ritase atau 203 kilometer per hari.

Pihak konsorsium memberikan masukan, khusus untuk koridor 2 jalur Notog-Baturaden dan koridor 3 jalur Terminal Bulupitu-Kebondalem, selama bulan Desember kemarin, pemberangkatan semua kendaraan dari satu titil awal dan tidak dibagi kanan-kiri. Hal ini menyebabkan para penumpang, terutama anak-anak sekolah dan pegawai tidak bisa terlayani dengan maksimal, karena kedatangan bus terlalu siang, sehingga penumpang akan terlambat datang ke sekolah ataupun kantor jika naik bus.

“Kemarin kita usulkan, agar keberangkatan bus dari Terminal Bulupitu untuk kendaraan dibagi dua, yaitu 8 unit rute kiri dan 8 unit rute kanan, untuk mengejar jam kantor dan jam sekolah,” kata Ipung.

Usulan pembagian rute kanan dan kiri tersebut juga masuk dalam agenda pembahasan di Kementrian Perhubungan, untuk memperbaiki pelayanan Bus Trans Banyumas.

Sebagaimana diketahui, ada 52 armada Bus Trans Banyumas yang dioperasikan pada tiga koridor. Untuk koridor 1 dengan rute Pasan Pon-Ajibarang diopersikan 15 unit bus, kemudian koridor 3 rute Notog – Baturaden dioperasikan 9 unit bus dan untuk rute 3 Teminal Bulupitu – Baturaden dioperasikan 18 unit bus.

Editor :M Amron

Berita Terpopuler

Berita Terkini