
SERAYUNEWS – Keputusan mengejutkan diambil Tottenham Hotspur setelah memecat pelatih interim Igor Tudor dan menunjuk Roberto De Zerbi sebagai manajer permanen hingga 2031.
Penunjukan ini menguatkan spekulasi yang sudah berkembang dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah performa impresif De Zerbi bersama Olympique de Marseille.
Saat pertama kali menangani Olympique de Marseille pada 2024, Roberto De Zerbi menghadapi tim yang baru finis di posisi kedelapan Ligue 1.
Namun dalam satu musim, ia langsung mengubah wajah tim. Pada musim 2024/2025, Marseille finis di posisi kedua dan mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA.
Memasuki musim 2025/2026, performa mereka tetap konsisten dengan bertahan di papan atas dan masuk tiga besar.
Roberto De Zerbi dikenal sebagai pelatih dengan filosofi permainan menyerang dan berani.
Ia mengusung penguasaan bola tinggi, build-up dari lini belakang, serta pendekatan positional play modern yang kerap dibandingkan dengan gaya Pep Guardiola.
Gaya bermain ini memang berisiko, tetapi efektif dalam mengontrol tempo dan mendominasi pertandingan.
Karakter tersebut dinilai cocok dengan skuad Tottenham Hotspur, terutama pemain seperti Micky van de Ven, Cristian Romero, dan Pedro Porro yang nyaman bermain dari belakang.
Tantangan besar langsung menanti Roberto De Zerbi.
Saat ini, Tottenham Hotspur berada di posisi ke-17 Premier League dengan 30 poin dari 31 pertandingan—hanya satu langkah dari zona degradasi ke EFL Championship.
Dengan tujuh laga tersisa, De Zerbi dituntut bekerja cepat untuk mengangkat performa tim.
Laga terdekat pun tidak ringan, karena Spurs akan menghadapi Sunderland yang posisinya lebih stabil di klasemen.
Kini semua mata tertuju pada Roberto De Zerbi.
Apakah filosofi “nekat” miliknya mampu menyelamatkan Tottenham Hotspur dari degradasi? Atau justru menjadi perjudian besar yang berujung bencana?