
SERAYUNEWS–Situasi Tottenham Hotspur semakin mengkhawatirkan. Ditahan imbang Leeds United 1-1 di kandang sendiri pada pekan ke-36 Liga Inggris, Selasa (12/5/2026) WIB, Spurs kini benar-benar berada di ujung jurang degradasi.
Bayangkan saja, Tottenham kini hanya unggul dua poin dari West Ham United yang berada di posisi ke-18 alias batas zona merah. Yang lebih mengejutkan, ini bukan lagi sekadar krisis sementara.
Secara statistik, Tottenham sebenarnya tampil lebih dominan. Mereka menguasai bola hingga 56 persen dan menciptakan 14 tembakan. Masalahnya, hanya dua yang tepat sasaran.
Gol mereka pun baru tercipta di menit ke-50 lewat Mathys Tel. Sementara Leeds mampu mencuri gol penyeimbang lewat penalti yang dieksekusi tenang oleh Dominic Calvert-Lewin. Hasil itu membuat Tottenham tertahan di posisi ke-17 dengan 38 poin—situasi yang mulai membuat fans panik.
Yang membuat situasi ini makin ironis, Tottenham sebenarnya punya skuad yang tidak buruk.
Dua musim lalu mereka masih bersaing di papan atas dan finis di posisi kelima Liga Inggris musim 2023/2024. Namun sejak itu, semuanya seperti runtuh perlahan. Pergantian pelatih dianggap jadi salah satu penyebab utama.
Saat masih ditangani Ange Postecoglou, Spurs sempat dikenal sebagai tim berani menyerang dan menyulitkan klub-klub besar.
Namun setelah era Thomas Frank berakhir dan kini berada di bawah interim Ryan Mason, performa Tottenham justru makin tidak jelas arah.
Kondisi Tottenham yang terancam degradasi ternyata langsung memancing perhatian klub-klub besar, dan salah satu yang paling serius disebut siap “berburu” pemain Spurs adalah Manchester United.
Kabarnya, Setan Merah tengah mengincar beberapa nama penting Tottenham jika klub London itu benar-benar turun kasta. Salah satunya adalah Cristian Romero, bek tangguh yang masih dianggap salah satu defender terbaik Premier League. Lalu ada Micky van de Ven yang dikenal cepat dan kuat dalam duel fisik.
Nama lain yang juga menarik perhatian adalah Xavi Simons, gelandang serang kreatif yang sebelumnya didatangkan dari RB Leipzig. Tak ketinggalan James Maddison yang disebut cocok menjadi pelapis Bruno Fernandes di lini tengah MU.
Jika benar terdegradasi, Tottenham bukan hanya kehilangan gengsi. Mereka juga berpotensi kehilangan banyak pemain inti karena klub-klub besar siap memanfaatkan situasi. Itu bisa jadi awal dari kehancuran yang lebih besar.
Dari klub langganan papan atas menjadi tim Championship dalam dua musim—sesuatu yang mungkin tak pernah dibayangkan fans Spurs sebelumnya.