
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap menyiapkan wajah baru pintu gerbang kota melalui rencana revitalisasi tugu batas kota di Jalan Raya Karangkandri, Kecamatan Kesugihan.
Proyek ini didanai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Cilacap dan diproyeksikan menjadi ikon baru yang merepresentasikan identitas daerah sekaligus simbol kemajuan wilayah pesisir selatan Jawa Tengah.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menegaskan pembangunan tugu baru menjadi bagian dari penataan kawasan sekaligus menyesuaikan regulasi yang tidak lagi memperbolehkan keberadaan papan reklame melintang di lokasi tersebut.
Menurutnya, tugu yang selama ini berdiri akan digantikan dengan desain yang lebih representatif serta memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.
Syamsul menjelaskan, pembangunan tugu merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cilacap dan PT S2P.
Desain yang akan dibangun diharapkan mampu memadukan ciri khas Cilacap dengan identitas kawasan industri energi yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
“Seluruh pembiayaan berasal dari CSR PT S2P yang berkolaborasi dengan Pemkab Cilacap untuk membangun kembali tugu batas kota di Karangkandri. Nantinya, tugu lama akan direvitalisasi menjadi bentuk yang lebih baik dan bisa menjadi ikon baru. Kemungkinan desainnya memadukan ciri khas Cilacap dengan karakter PLTU,” ujar Syamsul, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, keberadaan tugu batas kota ini menjadi bagian dari rangkaian penataan landmark daerah.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga telah menghadirkan sejumlah ikon kota, seperti Tugu Titik Nol dan Tugu Lilin.
Untuk memastikan desain tugu benar-benar mencerminkan karakter daerah, Pemkab Cilacap bersama PT S2P menggelar Sayembara Desain Gapura Selamat Datang Cilacap 2026.
Kompetisi ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, profesional, hingga seniman, baik individu maupun tim maksimal tiga orang.
Sayembara mengusung tema “Harmoni Energi dan Tradisi: Wujudkan Cilacap Bercahaya Maju Besar.”
Peserta diminta merancang gapura modern yang tetap mengandung nilai kearifan lokal, tanpa penggunaan papan reklame.
Dari sisi teknis, desain harus menyesuaikan bentang jalan selebar 16,5 meter, dengan tinggi bebas minimal 8 meter serta lebar tapak maksimal 2,5 meter.
Panitia juga mewajibkan penggunaan aksen warna biru yang melambangkan energi dan laut, serta warna emas yang mencerminkan kejayaan.
Dalam sayembara ini, panitia memperbolehkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada proses desain, dengan ketentuan karya tetap melalui pengolahan manual sesuai Kerangka Acuan Kerja yang telah ditetapkan.
Panitia menyiapkan total hadiah Rp 30 juta bagi para pemenang, dengan rincian:
Pengumpulan karya berlangsung pada 1–10 Februari 2026, dilanjutkan tahap kurasi dan penjurian pada 11–17 Februari 2026.
Melalui pembangunan tugu batas kota baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap dapat memperkuat identitas visual daerah, meningkatkan kebanggaan masyarakat, sekaligus memperbesar daya tarik wilayah bagi pendatang maupun investor.