
SERAYUNEWS – Lonjakan wisatawan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mendorong Polres Banjarnegara meningkatkan pengamanan di sejumlah objek wisata.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan serta potensi tindak kriminal di kawasan wisata.
Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto menjelaskan, fokus pengamanan kini bergeser dari arus mudik ke destinasi wisata sejak H+1 Lebaran.
“Kami melakukan pengaturan dan juga menerjunkan tim urai macet, seandainya terjadi kepadatan maka kami melakukan one way lokal khususnya di Kawasan Wisata Dieng,” katanya di Mapolres Banjarnegara,” Rabu (25/3/2026).
Sejumlah objek wisata unggulan di Banjarnegara mengalami lonjakan pengunjung signifikan. Di antaranya Dataran Tinggi Dieng, Serulingmas, Surya Yudha Park, The Pikas, hingga berbagai destinasi alam seperti Curug Pitu dan Curug Pletuk.
Kondisi ini membuat aparat kepolisian menerjunkan personel untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas wisata.
“Personel kita terjunkan untuk melakukan pengamanan pusat keramaian, melaksanakan tindakan awal apabila terjadi sesuatu,” ujarnya.
Selain pengamanan, Polres Banjarnegara juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan wisata.
Petugas di lapangan akan memberlakukan sistem one way lokal jika terjadi kemacetan, khususnya di jalur menuju kawasan wisata favorit seperti Dieng.
“Kami mengimbau masyarakat saat berwisata tetap waspada tindak kejahtan, berhati-hati dengan perilaku kriminalitas seperti, copet, curanmor dan apabila hal-hal yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada petugas serta tetap patuhi aturan lalu lintas,” katanya.
Pengamanan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 yang digelar untuk menjamin keamanan selama arus mudik dan libur Lebaran.
Operasi tersebut mengusung tema “mudik aman, keluarga bahagia” dan berlangsung selama 13 hari.
“Operasi ini akan dilaksanakan selama 13 hari, sejak tanggal 13 sampai 25 Maret 2026,” katanya.
Adapun sasaran operasi mencakup pengamanan arus mudik dan balik, tempat wisata, tempat ibadah, pemeliharaan kamtibmas, hingga pengendalian bahan pokok dan penting (bapokting).