Kamis, 29 September 2022

78 Kasus Kebakaran di Cilacap dengan Kerugian Rp 29,1 Miliar, Ini Rincian Penyebabnya

Ilustrasi kebakaran Pasar Kroya (Foto : Ulul)

Sepanjang tahun 2021, tercatat sebanyak 78 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Cilacap yang ditangani oleh Damkar Cilacap. Dari jumlah tersebut, potensi penyebab kebakaran didominasi dari korsleting listrik dengan total kerugian material sekitar Rp 29,1 miliar.


Cilacap, serayunews.com

Kepala UPT Damkar Cilacap Supriyadi melalui Kasubbag Tata Usaha Riadi mengatakan, dari masing-masing kasus kebakaran di Cilacap, beberapa potensi penyebab kebakaran terbanyak pada korsleting listrik, kemudian berikutnya penyebab kebakaran dari tungku, kompor gas, petir dan puntung rokok.

Seperti kasus kebakaran yang terjadi pada akhir-akhir ini, kebakaran besar melanda Kabupaten Cilacap diantaranya kebakaran Pasar Kroya, pabrik kayu, hingga kebakaran kandang ayam yang menelan kerugian hingga miliaran rupiah dengan berbagai potensi sebab kebakaran.

Untuk mengantisipasi sebab kebakaran dari korsleting listrik pihaknya menghimbau kepada masyarakat pada saat membangun rumah atau tempat tinggal, agar selalu memperhatikan instalasi kelistrikan dan menggunakan peralatan atau material yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Menggunakan beban kapasitas sesuai dengan pemakaian, cek secara berkala setiap lima tahun sekali sambungan intalasi apakah masih layak atau perlu diganti,” ujar Riadi dalam keterangannya, Senin (10/01/2022).

Sementara itu, untuk penanganan pertama kebakaran dengan memperhatikan proteksi kebakaran yang ada, masyarakat diharapkan memiliki alat proteksi kebakaran atau alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah.

“Supaya jika kita melihat potensi kebakaran yang ada, bisa langsung memadamkan secara mandiri kebakaran tersebut supaya tidak menjalar ke tempat yang lain,” ujarnya.

Selain itu, apabila terjadi kebakaran dan tidak bisa diproteksi sendiri oleh masyarakat agar segera menghubungi UPT Damkar Cilacap melalui nomor 113.

“Kami harapkan apabila terjadi kebakaran dan sudah menghubungi kami, agar kami diberi akses jalan untuk masuk ke TKK (tempat kejadian kebakaran) dan beri petunjuk apa yang terbakar, sehingga kami langsung mengambil tindakan, apabila itu dari listrik berarti koordinasi kami dengan PLN harus sudah berjalan, untuk pengamanan warga yang ada di seputaran TKK. Berikan informasi terkait dengan letak sumber air terdekat untuk menyuplai pemadam kebakaran supaya lancar,” ujarnya.

Editor :M Amron

Berita Terpopuler

Berita Terkini