
WONOSOBO, SERAYUNEWS- Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali menggelar rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 Tahun 2026 dengan menghadirkan puluhan agenda budaya, prosesi adat, pertunjukan seni, hingga festival ekonomi kreatif yang berlangsung sepanjang Juli 2026.
Perayaan tahun ini mengangkat tema “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, yang bermakna semangat bersatu dalam bekerja dan berkarya untuk mewujudkan Wonosobo yang makmur, subur, dan sejahtera.
Tema tersebut menjadi landasan seluruh kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah, seniman, pelaku UMKM, komunitas budaya, hingga masyarakat dari 15 kecamatan.
Rangkaian Hari Jadi ke-201 bukan sekadar seremoni tahunan. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menjadikannya sebagai momentum memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui berbagai event berskala regional.
Agenda utama dimulai melalui prosesi Pasrah Tampi Panji pada Kamis, 2 Juli 2026 di Pendopo Bupati dan Alun-Alun Wonosobo.
Prosesi tersebut menjadi simbol penyerahan panji daerah kepada seluruh kecamatan sebagai ajakan untuk menyatukan semangat membangun Kabupaten Wonosobo. Tradisi ini juga menjadi pembuka seluruh rangkaian Hari Jadi yang akan berlangsung hingga akhir Juli.
Setelah prosesi pembukaan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melanjutkan kegiatan dengan Sarasehan Hari Jadi yang berlangsung di seluruh 15 kecamatan mulai 3 hingga 22 Juli 2026.
Sarasehan menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengenang sejarah berdirinya Wonosobo sekaligus membangun komitmen bersama dalam pembangunan daerah.
Salah satu tradisi yang paling sakral dalam Hari Jadi Wonosobo adalah Prosesi Pengambilan Air Enam Sumber yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026.
Air diambil dari enam mata air yang memiliki nilai historis dan spiritual, yaitu:
1. Tuk Goa Sumur Telaga Warna, Desa Dieng
2. Tuk Bimo Lukar, Desa Dieng
3. Tuk Mudal, Desa Mudal
4. Tuk Surodilogo, Desa Pagerejo
5. Tuk Tempurung, Kelurahan Jaraksari
6. Tuk Kaliasem, Desa Gondang
Tradisi tersebut melambangkan sumber kehidupan, persatuan, dan harapan akan kemakmuran masyarakat Wonosobo di masa mendatang.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh pendiri daerah, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menggelar ziarah makam.
Agenda ini dilaksanakan di Wonosobo pada 17 Juli 2026, kemudian dilanjutkan ke Payaman, Magelang pada 21 Juli 2026. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah saat ini tidak lepas dari perjuangan para pendahulu.
Memasuki puncak perayaan, masyarakat akan disuguhkan prosesi Bedhol Kedhaton pada Kamis, 23 Juli 2026 di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto.
Prosesi ini menggambarkan perpindahan pusat pemerintahan secara simbolis yang sarat nilai sejarah dan filosofi pemerintahan Wonosobo.
Pada malam harinya, tradisi berlanjut melalui Tapa Bisu.
Ratusan peserta berjalan kaki tanpa berbicara dari Klenteng Hok Hoo Bio menuju Pendopo Bupati. Ritual ini menjadi simbol pengendalian diri, introspeksi, sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai kebijaksanaan leluhur.
Malam puncak kemudian diisi dengan Hastungkara atau doa bersama yang dilanjutkan ritual Birat Sengkala, sebuah prosesi budaya yang menandai pergantian usia Kabupaten Wonosobo melalui simbol penyucian dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Puncak Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 melalui prosesi Pisowanan Agung di Pendopo Bupati dan Alun-Alun Wonosobo.
Pisowanan Agung merupakan prosesi adat terbesar yang mempertemukan unsur pemerintah, tokoh adat, budayawan, TNI, Polri, hingga masyarakat dalam satu upacara kebesaran daerah.
Tradisi ini menjadi simbol persatuan sekaligus penghormatan terhadap sejarah lahirnya Kabupaten Wonosobo. Setelah prosesi resmi selesai, masyarakat akan disuguhi Pagelaran Kesenian Utama yang menghadirkan berbagai pertunjukan budaya khas Wonosobo.
Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Prosesi Ruwat Rambut Gimbal, salah satu tradisi paling terkenal dari kawasan Dieng yang setiap tahun menjadi magnet wisata budaya.
Prosesi diakhiri dengan Pagelaran Seni Kerakyatan yang melibatkan komunitas seni tradisional dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonosobo.
Selain agenda inti, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menyelenggarakan lebih dari 20 kegiatan pendukung yang telah dimulai sejak Juni hingga Agustus 2026.
Beberapa agenda yang paling menarik perhatian antara lain Java Balloon Attraction, Festival Dombos, Wonosobo Wedding Expo, Festival Kuliner Legend, Festival Literasi Wonosobo, Festival Paralayang Lengkong, Wayang Kedu Gagrak Wonosaban, hingga Konser Musik Hari Jadi pada 8 Agustus 2026.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat promosi budaya lokal, sekaligus menggerakkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo.
Peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo menjadi lebih dari sekadar pesta rakyat. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang refleksi perjalanan sejarah daerah selama lebih dari dua abad sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Wonosobo yang semakin maju.
Melalui semangat “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap seluruh masyarakat dapat menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta menjadikan Hari Jadi sebagai momentum memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.