Kamis, 29 September 2022

Banjarnegara Waspadai Varian Omicron, Vaksinasi Digenjot

Rakor antisipasi Covid 19 varian Omicron. Foto dok Kominfo Banjarnegara

Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin berharap, seluruh elemen tidak memandan sepele munculnya Covid-19 varian Omicron. Semua pihak diminta tetap waspada, terlebih puncak gelombang varian baru ini diprediksi akan terjadi pada pertengahan Februari hingga Maret 2022 mendatang.


Banjarnegara, Serayu news.com

Untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron, Pemkab Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Varian Omicron, di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Senin (24/1/2022).

Syamsudin mengatakan, temuan kasus Omicron di Indonesia ini hendaknya disikapi dengan bijak. Masyarakat jangan terlena dengan menurunnya jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Kita tidak boleh abai, Pandemi masih terjadi. Penerapan protokol kesehatan dan vaksin, menjadi satu upaya dalam mencegah masuknya varian baru di Banjarnegara. Mari bersama-sama kita tingkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan, agar penyebaran Covid-19 varian Omicron dapat kita cegah,” katanya.

Plh bupati juga meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat untuk terus mengedukasi masyarakat, agar tetap produktif tanpa mengesampingkan protokol kesehatan. Termasuk dengan memantau program vaksinasi, agar berjalan dengan baik.

“Kita masih terus menggenjot capaian program vaksinasi. Ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr Latifa Hesti Purwaningtyas, juga menekankan pentingnya vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi merupakan hal penting untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Vaksinasi akan memperkuat imunitas tubuh, sehingga meminimalisir gejala semakin berat dan menurunkan angka kematian dikarenakan Covid-19.

“Bila terkena Covid-19, dampaknya tidak separah dibandingkan dengan yang belum divaksin,” katanya.

Saat ini cakupan vaksinasi umum dosis pertama, sudah mencapai 80,98 persen, lansia 74,87 persen dan anak sekolah 48,81 persen. Sedangkan untuk dosisi kedua umum, diangka 51,06 persen, lansia 46,25 persen, serta 0,02 persen untuk capaian anak sekolah.

Pada kesempatan yang sama, dia juga memaparkan tentang Covid-19 varian omicron. Varian ini memiliki gejala yang tidak berat, seperti batuk pilek biasa, tetapi penyebarannya sangat cepat.

Berita Terpopuler

Berita Terkini