Jumat, 9 Desember 2022

Bencana Alam di Cilacap, Kerugian Mencapai Rp 1,5 Miliar, Ini Rinciannya

Kepala Pelakasana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Shidy (Ulul Azmie)

Musibah bencana alam di Cilacap sejak bulan Januari hingga April 2021, tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap terjadi sebanyak 56 kali. Bencana tersebut didominasi angin kencang dan tanah longsor. Akibatnya kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Pelakasana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Shidy menyampaikan, pihaknya rutin menggelar sosialisasi kepada masyarakat agar selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai ancaman bencana alam terutama pada masa peralihan musim dari hujan ke kemarau seperti saat ini.

“Kita harus sikapi dan siaga 247, kejadian apapun kita harus respon. Kemudian kita edukasi ke masyarakat, dengan sosialisasi terhadap ancaman yang mungkin bisa terjadi, baik di musim hujan kemarin hingga mendekati musim kemarau ini,” ujar Tri Komara.

Tri menambahkan, bahwa berdasarkan laporan terjadinya bencana alam diawal tahun 2021 ini sejak bulan Januari hingga April, pihaknya mencatat telah terjadi sebanyak 56 kali bencana, meliputi angin puting beliung 1 kali, angin kencang 24 kali, banjir 5 kali, tanah longsor 22 kali, dan gerakan tanah sebanyak 4 kali.

“Musim hujan kemarin tahun 2020 banyak kejadian baik banjir maupun longsor dan mulai berkurang sejak Januari sampai April 2021, tetapi termasuk masih ada seperti angin puting beliung, banjir dan longsor,” ujarnya.

Meskipun kejadian bencana alam itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian akibat bencana tersebut ditaksir kerugian hingga Rp 1.515.230.000, rata-rata kerugian materiil kerusakan terjadi pada rumah penduduk hingga fasilitas umum.

Dari data BPBD, pada bulan April saja, tercatat ada sebanyak 11 kali kejadian bencana alam yakni, angin puting beliung 1 kali terjadi di Desa Tarisi Kecamatan Wanareja. Sedangkan  angin kencang 5 kali terjadi di Jeruklegi, Dayeuhluhur, Kedungreja, Patimuan, Bantarsari, Majenang, Cimanggu, Wanareja dan Cipari.

Sementara untuk kejadian tanah longsor 5 kali terjadi di Desa Kedawung Kecamatan Kroya, Desa Kutabima Cimanggu, kemudian Desa Karangpucung, Sidamulaya, Pamulihan Kecamatan Karangpucung, serta Desa Tarisi dan Tambaksari Kecamatan Wanareja.

“Memasuki musim kemarau ini beberapa desa rawan kekeringan sudah mulai kami dropping air bersih, seperti di Desa Bojong Kawunganten, kami himbau warga efisien dalam pengggunaan air,” ujarnya.

Baca juga Wisatawan Kakak Beradik Digulung Ombak di Pantai Sodong Adipala, Satu Bocah Masih Dalam Pencarian

Editor :M Amron

Berita Terpopuler

Berita Terkini