Minggu, 28 November 2021

Cegah Bencana  Banjir dan Longsor, Warga Purbalingga Diminta Giatkan Penghijauan

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) bersama Kapolres AKBP Era Jhony Kurniawan dan Pelaksana Harian BPBD melihat kesiapan sarana dan prasarana penanganan bencana, usai Apel Siaga Bencana tingkat Kabupaten Purbalingga, di alun-alun, Selasa (2/11/2021). (Joko Santoso)

Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu wilayah di Jateng yang memiliki sejumlah potensi rawan  bencana alam. Diantaranya tanah longsor,  banjir, angin ribut dan juga kebakaran. Guna mengantisipasi bencana alam tersebut sejumlah antisipasi perlu dilakukan.


Purbalingga,serayunews.com

“Beberapa minggu terakhir terjadi bencana alam di sejumlah desa di Kecamatan Karangmoncol. Di Desa Sirau terjadi tanah longsor, di Desa Tunjungmuli  dan Desa  Grantung terjadi banjir karena aliran sungai meluap. Setelah ditelusuri penyebab bencana alam salah satunya karena pohon di hutan di wilayah itu ditebangi. Oleh karena itu kegiatan penghijauan dan penanaman bibit pohon perlu kembali digiatkan,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat memimpin Apel Siaga Bencana tingkat Kabupaten Purbalingga, di alun-alun setempat, Selasa (2/11/2021).

Bupati juga menekankan agar semua pihak baik masyarakat, pemerintah desa serta jajaran diatasnya perlu meningkatkan koordinasi untuk melakukan antisipasi dini  dan penanganan apabila terjadi bencana alam. Antisipasi yang dilakukan diantaranya dengan tidak membuang sampah di sungai dan juga melakukan gerakan penghijauan. “Kita juga akan berkoordinasi dengan jajaran TNI  dan Polri serta jajaran Organisasi Kemanusiaan untuk siaga menghadapi bencana alam. Sehingga jika terjadi bencana alam penanganannya bisa sinergi dan terpadu,” ungkapnya.

Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Umar Fauzi dalam laporannya saat apel menyampaikan fenomena La Nina juga mempengaruhi kondisi cuaca di Kabupaten Purbalingga. Salah satunya curah hujan bisa meningkat 20-70 persen. “Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga Februari 2022,” jelasnya.

Apel Siaga Bencana tersebut dilaksanakan sebagai wujud kesiapan guna mengantisipasi terjadinya bencana. Baik melalukan upaya preventif dan juga penanganan terpadu. Kegiatan melibatkan jajaran Polri, TNI, OPD terkait serta sejumlah Organisasi Kemanusiaan, Kepemudaan dan lembaga lain yang terlibat aktif di dalamnya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini