Minggu, 27 November 2022

ERHANesia Gagas Program Jaga Bumi, Atasi Persoalan Sampah di Purbalingga dengan Sistem Aplikasi 

Puluhan orang mengikuti acara Ngobras di Rumah Berdaya Desa Blater, Purbalingga, Kamis (10/11/2022) pagi. (Amin Wahyudi/Serayunews)

Bicara persoalan sampah, memang tak pernah ada habisnya. Sebab, sampah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Mengatasi sampah perlu sinergitas antar elemen, baik pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat umum.


Purbalingga, serayunews.com

Suatu upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, menciptakan kebersihan, Yayasan ERHAnesia Purbalingga, menggagas program melestarikan lingkungan. Satu di antaranya dengan program Jaga Bumi, yakni mengolah sampah.

Direktur Yayasan ERHAnesia Tunas Kebajikan, Andi Pranowo menyampaikan, ada sektor program, satu di antaranya soal lingkungan. Konsentrasinya pada pelestarian dan menjaga kebersihan, konsepnya hampir sama dengan bank sampah yang sudah dikenal masyarakat.

“Kita gunakan aplikasi digitalisasi, rumah-rumah yang akan diambil sampahnya, tinggal menghubungi ketika mereka sudah download aplikasinya,” kata Andi, saat acara Ngobras di Rumah Berdaya, Blater Purbalingga, Kamis (10/11/2022).

Memudahkan koordinasi dan komunikasi, nantinya setiap kecamatan akan dibentuk Relawan Jaga Bumi. Bahkan, ke depan akan ada koordinator di setiap desa.

“Ada fasilitator di 18 kecamatan, dan nantinya sampai desa-desa,” katanya.

Rumah-rumah yang akan diambil sampahnya tidak dipungut biaya. Namun, masyarakat hendaknya sudah memilah terlebih dahulu sejak di rumah, antara sampah organik dan anorganik.

“Kami juga ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap sampah, makanya ada jargon Pilah Sampah dari Rumah,” ujarnya.

Yayasan ERHANesia ini, memiliki tempat pengolahan sampah yang berada di Desa Penaruban Purbalingga. Tempat ini, dalam sehari bisa mengolah sekitar 9 ton sampah.

“Kapasitas mesin kita yaitu 1/8 jam itu 3 ton, jika diakumulasi dalam sehari berarti sekitar 9 ton sampah bisa diolah, ke depannya malah ada wacana mesin pencacah di setiap kecamatan,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa masyarakat yang sudah mendownload aplikasinya, nanti akan tercatat dan didata. Nantinya pada jangka waktu tertentu, bisa mendapatkan barang atau uang.

“Sampah ini kan ada nilai ekonomisnya, nantinya bisa diakumulasi bisa jadi uang, sembako, atau bahkan emas,” katanya.

Diketahui, sesuai namanya, Ngobras merupakan rangkain acara dalam rangka memperingati hari pahlawan. Diawali dengan olahraga, sarapan bersama, lapak UMKM, ngaji, dan diakhiri dengan ngobrol bareng anggota DPR RI Fraksi PKS, Rofik Hananto.

Berita Terpopuler

Berita Terkini