
SERAYUNEWS – Gelombang jutaan perantau dipastikan akan segera membanjiri wilayah Jawa Tengah dalam waktu dekat. Mengantisipasi ledakan volume kendaraan pada momen Mudik Lebaran 2026 Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi langsung membunyikan alarm kesiagaan penuh. Fokus utamanya saat ini adalah mengejar tayang perbaikan infrastruktur jalan raya yang masih jauh dari kata sempurna.
Kesiagaan ini ditegaskan Luthfi saat menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus di Kantor Gubernur Jateng, Jumat (20/2/2026).
Jateng tak pelak menjadi episentrum pergerakan nasional. Kementerian Perhubungan memproyeksikan provinsi ini akan menjadi magnet utama dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang secara nasional, di mana 17,7 juta jiwa di antaranya dipastikan akan merangsek masuk ke wilayah perbatasan Jateng.
Menghadapi kenyataan mobilitas super masif tersebut, kondisi jalan jelas tak boleh dibiarkan setengah-setengah. Luthfi blak-blakan mengakui bahwa dari total 2.200 kilometer jalan yang menjadi kewenangan provinsi, tingkat kemantapannya baru menyentuh 94 persen.
Faktanya di lapangan, PR besar masih menanti. “Saat ini masih ada sekitar 4.817 titik jalan provinsi yang berlubang. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir, karena seluruh titik tersebut saat ini sedang dalam proses penanganan dan perawatan intensif untuk kelancaran Mudik Lebaran 2026 Jateng,” jamin Luthfi.
Mendengar paparan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, langsung memberikan deadline alias tenggat waktu yang ketat. Ia mewanti-wanti agar seluruh proyek tambal jalan, terutama di jalur urat nadi Pantura, harus sudah mulus tanpa cacat maksimal pada H-10 Lebaran demi menekan risiko kecelakaan dan kemacetan horor.
Di sisi lain, Menhub Dudy Purwagandhi menyoroti tantangan ganda yang harus dihadapi aparat di lapangan tahun ini. Mengingat perayaan Idul Fitri berdekatan dengan Hari Suci Nyepi, manajemen lalu lintas membutuhkan perhatian dan konsentrasi ekstra.
“Untuk memastikan semuanya terkendali, Posko Angkutan Lebaran akan kita gelar selama 18 hari penuh, mulai dari Jumat, 13 Maret hingga 30 Maret 2026,” tegas Menhub.
Dengan sinergi ketat antara pemerintah pusat, DPR, dan kesiapan infrastruktur daerah, diharapkan momentum Mudik Lebaran 2026 Jateng ini bisa dilalui warga dengan aman, lancar, dan selamat sampai di kampung halaman masing-masing