SERAYUNEWS– Pemerintah menetapkan awal puasa Ramadan pada hari Sabtu (01/03/2025). Berbeda dengan Jemaah Alif Rebo Wage (Aboge) Kabupaten Banyumas, yang memulai puasa Ramadan pada hari ini, Minggu (02/03/2025).
Hitungan penetapan awal masuk Ramadan mereka menggunakan penghitungan kalender Jawa, yang telah turun temurun mereka pakai.
“Iya, kami mulai puasa hari ini (Minggu, red),” kata Kepala Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas, yang juga sebagai penganut aliran Aboge, Akim, Minggu (02/03/3035).
Dia menjelaskan, rumus hitungan penetapan awal ramadan menggunakan rumus Sanemro atau Puasa Enem Loro.
Dalam metode hitungan tahun yang mereka yakini, untuk kalender Jawa, tahun ada 8, bulan ada 12, hari ada 7, dan pasaran ada 5. Tahun mulai dari Alif, Ha, Jim Awal, Za, Dal, Ba, Wawu, Jim Akhir.
Sedangkan untuk hitungan bulannya, Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkaidah, Besar. Lima nama untuk pasaran yakni Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.
“Tahun 8 sadi 12 dinane 7 pasaran 5. Untuk hitungan penentuan puasa menggunakan kalender Jawa, dan itu sudah disepakati dari dulu,” ujarnya.
Awal bulan Ramadan pada tahun ini akan jatuh pada hari Minggu dengan pasaran jawa Pon. Perhitungannya 62 dari hitung tanggal tahun.
Dia menyampaikan, untuk tahun ini merupakan tahun Za, bula Sura mulai dari Selasa Paing. Sedangkan untuk menghitung awal puasa, kata Santibi, rumusnya yaitu, Sanemro (Puasa Enem Loro).
“Tahun ini jadinya kan Jasapaing, Tahun Za, Sa artinya Selasa, pasarannya Paing, dan dihitung ketemu Minggu Pon 2 Maret,” kata dia.
Lebih lanjut menurut Akim, adapun ketentuan Hari Raya Idulfitri juga sudah dapat diketahui.
“Idulfitri nya hitungannya Waljiro, Syawal Siji Loro. Hitungannya Selasa Pon. Besok pasti di hari Selasa Pon kalau hitungan nasionalnya berarti tanggal 1 April,” kata dia.
Akim menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Desa Cikakak penganut Islam Aboge. Total jumlah penduduk 5 ribu, ada sekitar 3 ribu yang menganut aliran ini.
“Jumlahnya itu hampir 3 ribuan (Islam Aboge), penduduknya sekitar 5 ribuan, setengah lebih,” ujarnya.
Sebagai informasi, penganut aliran Islam Aboge banyak tersebar di wilayah Kabupaten Banyumas. Selain di Kecamatan Wangon, terdapat juga di Kecamatan Ajibarang, Pekuncen, dan Rawalo.