Jumat, 30 September 2022

Kepala Desa Bantah Dikondisikan untuk Kirim Karangan Bunga ke Kantor PDI Perjuangan Cilacap

Kantor DPC PDI Perjuangan Cilacap dipenuhi karangan bunga (Foto : Ulul Azmi).

Hal yang tak biasa terlihat di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Cilacap, Jawa Tengah, Senin (17/01/2022). Sebab banyak karangan bunga dikirimkan dari berbagai partai, kelompok masyarakat, tokoh masyarakat, bahkan termasuk sejumlah kepala desa.


Cilacap, serayunews.com

Mungkin sebagian orang menilai karangan bunga diberikan oleh partai politik, suatu kelompok hingga masyarakat umum dianggap wajar ketika diberikan pada peringatan hari ulang tahun sebuah partai politik terbesar di Indonesia seperti PDI Perjuangan. Namun yang berbeda tahun ini, di HUT ke 49 PDI Perjuangan juga mendapat karangan bunga dari sejumlah kepala desa di Cilacap.

Tentunya dengan fenomena kepala desa mengirimkan karangan bunga membuat publik bertanya-tanya dan beranggapan, bahwa sejumlah kepala desa dinilai terlibat dalam politik praktis yang tentunya itu melanggar aturan. Namun, hal itu terbantahkan, setelah serayunews.com melakukan penelusuran kepada salah satu kepala desa yang berinisiatif mengirim karangan bunga tersebut.

Menurut Kepala Desa Karangputat Suparno mengatakan, bahwa dirinya mengirimkan karangan bunga secara spontanitas dan sebagai motivasi kepada partai dalam turut serta membangun khususnya di Kabupaten Cilacap.

“Saya pribadi mengirimkan bunga hanya spontanitas dan memotivasi, karena kami dari pemerintah desa juga perlu berteman baik dengan semua partai karena sebagai langkah kami ikut membangun desa lewat aspirator,” ujar Suparno saat dihubungi, Senin (17/01/2022) petang.

Ia juga membantah adanya isu pengondisian terhadap sejumlah kepala desa yang lain, sebab hal itu dilakukan atas inisiatif masing-masing. Selain itu, Suparno juga menegaskan bahwa tidak ada unsur politik dalam pengiriman karangan bunga tersebut.

Menurutnya, semua partai politik diberlakukan sama, bahkan semua partai politik dirangkul olehnya untuk ikut berkontribusi dalam hal pembangunan khususnya di Desa Karangputat. Pihaknya juga mendorong melalui proposal pembangunan yang diajukan kepada sejumlah parpol seperti Golkar, PKB, Nasdem, dan partai lain termasuk PDI Perjuangan.

“Kita tidak ada unsur politik hanya spontanitas untuk memberikan motivasi bahwa PDI Perjuangan di tahun 49 ini harapannya lebih keras lagi untuk bisa membantu semua masyarakat di Kabupaten Cilacap. Ini juga bukan pengondisian, justru nomor HP saya juga tidak masuk di grup (kepala desa),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Cilacap Taufik Nurhidayat saat dikonfirmasi mengaku terkejut, saat halaman kantor DPC dipenuhi dengan karangan bunga. Taufik berterimakasih kepada para pihak yang telah memberikan ucapan, doa, dan atensi termasuk melalui ucapan karangan bunga tersebut.

“Saya kaget juga, tapi saya ucapkan banyak terima kasih termasuk dari sahabat partai, fraksi, kepala desa, dari tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, kelompok tani, kelompok nelayan dan kelompok apapun yang sudah berkenan memberikan ucapan, doa, atensi, dan banyak yang mengirim ucapan dengan karangan bunga,” ujar Taufik sekaligus sebagai Ketua DPRD Cilacap.

Ia juga berharap pengurus PDI Perjuangan, kader, simpatisan dari DPC sampai ke anak ranting tergugah lebih besar memberikan kontribusi dengan ide gagasan yang baik untuk masyarakat kabupaten Cilacap. Sehingga bisa berkontribusi menjadikan Kabupaten Cilacap yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur yakni manjadi masyarakat yang adil, sejahtera dan makmur.

“Ini pertama kali karangan bunga membludag, saya terharu tapi kami lebih tergugah, untuk melakukan instropeksi apa yang sudah diberikan untuk masyarakat, dalam regulasi karena kita 10 kursi di DPRD, yang baik kita akan tingkatkan yang kurang baik kita akan tinggalkan,” katanya.

Sementara itu, jika ada kelompok yang ragu dan menilai ada pengondisian dalam karangan bunga tersebut, pihaknya mempersilahkan untuk kroscek kepada pengirimnya langsung.

“Tapi insyaallah itu fenomena baik, artinya partai politik bukan gerombolan tapi organisasi resmi yang tercatat Kementerian Polhukam, sebagai organisasi yang berkontribusi legal dalam trias politica,” ujarnya.

Maka dari itu, Taufik menambahkan bahwa fenomena tersebut bukan kepada fenomena PDI Perjuangan mendapat karangan bunga ucapan saja, tetapi fenomena sebagai alam pikir yang semakin terbuka.

“Bahwa demokrasi salah satunya adalah dari terbebasnya cara berpikir ortodok yang melihat partai sebagai organisasi yang menakutkan atau organisasi yang tidak baik, padahal kalau mau berkontribusi di dalam pemikiran, salah satunya melalui partai politik,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa karangan bunga yang terdapat di Kantor DPC PDI Perjuangan pada Senin (17/01/2022) berjumlah sebanyak 43 karangan bunga, dengan rincian 18 buah dari kepala desa, 14 buah dari kelompok atau masyarakat umum, 6 buah dari partai politik atau fraksi dan 5 buah dari pengurus PDI Perjuangan Cilacap.

Berita Terpopuler

Berita Terkini