Sabtu, 20 Agustus 2022

Keren, Sepuluh Pelukis Jateng Explore Pulau Penjara Nusakambangan

Sejumlah komunitas pelukis Jawa Tengah saat explore Pulau Penjara Nusakambangan (Dok Lapas Batu Nusakambangan).

Tak hanya terkenal penjaranya dengan pengamanan super maksimum, ternyata di balik Pulau Penjara Nusakambangan menyimpan sejarah dan keindahan alam yang menakjubkan. Untuk mengeksplorasinya, sepuluh pelukis Jawa Tengah menuangkannya dalam kanvas bernilai seni tinggi.


Nusakambangan, serayunews.com

Bertempat di Taman Sari Lapas Batu dengan latar belakang Gedung Tua eks Kantor Pemimpin Bagian Kepenjaraan, sepuluh pelukis dari Jawa Tengah ini berimajinasi dan menuangkan keindahan alam Pulau Penjara Nusakambangan dalam sebuah karya seni lukis, Sabtu (6/8/2022).

Baca juga  Curi Kayu Jati di Hutan, Dua Warga Citepus Cilacap Terancam Lima Tahun Penjara

Kepala Lapas Kelas 1 Batu Nusakambangan, I Putu Murdiana mengatakan, bahwa Nusakambangan sangat kaya akan keberagaman hayati dan memiliki sejarah yang tinggi tentang perjalanan sejarah bangsa.

Menurutnya, Nusakambangan juga telah ada dari zaman kerajaan Mataram kuno dan sampai saat ini masih sebagai tempat pembinaan narapidana khususnya yang memiliki risiko tinggi.

“Peninggalan bersejarah juga masih banyak, hanya sayangnya banyak yang sudah rusak berat dan hilang nilai sejarahnya,” ujar Putu Murdiana.

Menurut Putu, dalam upaya melestarikan keindahan alam dan peninggalan sejarah di dalamnya butuh uluran tangan Pemerintah baik pusat agar peninggalan bersejarah ini dapat tetap lestari yang menjadi kekayaan bangsa.

Baca juga  Kaget Lihat Ular Cobra 1,5 Meter Masuk Perangkap Tikus, Warga Minta Bantuan Damkar Cilacap

Tak hanya explore di gedung tua, para pelukis ini juga mengeksplorasi keindahan pantainya, salah satunya Pantai Permisan Nusakambangan. Di sini mereka menyelesaikan hasil karyanya dan menyerahkan hasil lukisan tersebut ke Lapas Batu untuk menjadi koleksi atau hiasan kantor.

“Harapannya para pelukis dapat mengajarkan ilmunya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan agar mereka memiliki kemampuan serta keterampilan dalam menjalani kehidupan setelah selesai menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan ini,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini