
SERAYUNEWS – Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit Cilacap menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertajuk Help, Prevent and Educate People (HOPE) HIV/AIDS di Gedung Patra Graha, Cilacap, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026 di Kilang Cilacap.
Ketua Panitia Bulan K3 2026 Kilang Cilacap, Johan Khaeri menyampaikan kegiatan ini menjadi agenda strategis sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap isu HIV/AIDS yang masih dianggap sensitif.
“Tema HIV/AIDS masih dianggap tabu di sebagian kalangan, namun justru sangat penting dibahas secara terbuka dan benar. Edukasi yang tepat menjadi kunci pencegahan, tanpa stigma, tanpa tabu, hanya peduli,” ujar Johan.
Manager Health, Safety, Security & Environment (HSSE) Kilang Cilacap, Reza Merizki Siregar menambahkan HIV/AIDS menjadi ancaman kesehatan yang dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat.
Realitanya, penderita HIV/ADIS didominasi kelompok usia produktif antara 20 – 40 tahun, dari berbagai latar belakang pendidikan dan sosial.
“Tema ini diangkat untuk meningkatkan kesadaran bersama, sekaligus menunjukkan kehadiran perusahaan memberikan empati, edukasi, dan menciptakan lingkungan aman, inklusif, serta bebas stigma bagi para pekerja dan masyarakat,” jelas Reza.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI sampai September 2025, tercatat 525 kasus AIDS di Provinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Cilacap menempati urutan kelima dengan 254 penderita terinfeksi.
“Melalui seminar ini, kami berharap peserta memperoleh pemahaman lebih komprehensif, mampu mengubah persepsi negatif, serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam upaya pencegahan HIV/AIDS,” tambahnya.
Sesi seminar menghadirkan narasumber dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), dr. Boyke Dian Nugraha, dan Psikolog, Zoya Amirin.
Dokter Boyke memaparkan sejumlah fakta penting HIV/AIDS, di antaranya belum ditemukannya obat yang dapat menyembuhkan AIDS serta belum ada vaksin yang mampu mencegah infeksi HIV.
Selanjutnya antiretroviral (ARV) menjadi satu-satunya terapi medis untuk menurunkan jumlah HIV dalam darah, menekan aktivitas virus, serta mengurangi kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Namun, terapi ARV memiliki tantangan besar karena harga mahal dan harus dikonsumsi seumur hidup.
“Karena belum ada obat dan vaksin HIV, pencegahan non-medis menjadi benteng utama dalam menangkal penularan HIV,” tegas dr. Boyke.
Ia juga menyampaikan prinsip pencegahan HIV/AIDS, seperti tidak berhubungan seks tidak sah, setia pada satu pasangan, menghindari penyalahgunaan narkoba, menyebarkan informasi HIV/AIDS yang benar, serta penggunaan kondom saat berhubungan seks yang berisiko.
Sementara itu Psikolog Zoya mengulas pentingnya membahas kesehatan seksual mengingat edukasi sejak dini menjadi pencegahan efektif, sitgma HIV/AIDS masih sangat kuat termasuk di lingkungan modern dan kesehatan reproduksi bukan tabu tapi tanggung jawab.
“Tanpa informasi yang tepat, banyak yang mencari jawaban dari sumber yang tidak terpercaya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kilang Cilacap menegaskan komitmen mendukung upaya promotif dan preventif bidang kesehatan, sejalan dengan semangat Bulan K3 2026 untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berkelanjutan.