
SERAYUNEWS – SMK Negeri Nusawungu, Kabupaten Cilacap, resmi menerima sertifikat pembinaan Sekolah Energi Berdikari (SEB) 2026 dari PT Pertamina (Persero). Sekolah tersebut merupakan binaan PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap.
Penghargaan ini menegaskan komitmen Pertamina dalam memperkuat pendidikan energi bersih dan teknologi berkelanjutan di lingkungan sekolah vokasi.
Program Sekolah Energi Berdikari (SEB) merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menitikberatkan pada edukasi energi baru terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta penguatan pemahaman transisi menuju energi bersih di kalangan pelajar.
Melalui program ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknologi ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan kurikulum dan modul pembelajaran berbasis lingkungan agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan praktik berkelanjutan secara nyata.
Melalui program SEB, perusahaan menyalurkan berbagai bantuan sarana praktik, meliputi teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 3,3 kWp, fasilitas 3R untuk pemilahan sampah, perlengkapan urban farming dan budidaya maggot, hingga teknologi printer 3D untuk mendukung kegiatan laboratorium.
Akademisi dari UNS memberikan pelatihan serta modul pembelajaran bagi guru dan siswa.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyelenggaraan pameran karya STEM Fair (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang telah dipersiapkan sejak Januari–Februari 2026.
I Gede Dharma Susila, Manager Production Unit Cilacap, mengapresiasi capaian siswa SMK Nusawungu dalam gelar karya tersebut.
”Terdapat 10 kelompok menyajikan karya inovasi bidang energi terbarukan setelah menempuh pembinaan program selama 2 bulan. Para siswa dengan percaya diri mempresentasikan hasilnya,” tutur I Gede Dharma.
Beragam karya inovasi ditampilkan para siswa, di antaranya Sol Power berupa rancangan powerbank berbasis sel surya, Power Step yang mengonversi energi gerak langkah menjadi listrik, serta Smart Farming System yang dirancang untuk mengairi tanaman secara otomatis dengan deteksi kelembapan.
Community Development Officer Production Unit Cilacap, Asri Nur Aini, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan UNS membuat proses pembelajaran semakin menarik dan aplikatif.
“Bersama guru pembimbing, mereka menyampaikan ide dengan sistematis. Membanggakan para siswa memberikan penjelasan latar belakang ide, pembuatan alat, monitoring dalam pengujian, dan hasilnya,” ujarnya.
Dalam rangkaian STEM Fair, panitia juga menghadirkan narasumber talk show bertema green jobs dari mitra CSR PT Pertamina Lubricants, M. Nurhidayat, pegiat lingkungan dari Bank Sampah Mandiri Kebonmanis Cilacap yang meraih Penghargaan Bank Sampah Unit Terbaik Nasional 2024.
“Kami membagikan pengalaman bagaimana menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan dapat pula memberikan dampak ekonomi. Membentuk generasi cinta bumi di sekolah merupakan langkah yang harus segera dikuatkan,” ujarnya.
Program Sekolah Energi Berdikari diharapkan mampu mendorong transformasi pembelajaran teknologi yang relevan dengan isu keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, program ini juga menjadi contoh sinergi kolaboratif antara perusahaan, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mencetak generasi peduli energi bersih.