Selasa, 28 September 2021

Meski Sederhana, Upacara Peringati HUT ke-76 RI di Banjarnegara Berjalan Khidmat

Bupati Banjernegara Budhi Sarwono sedang mengikuti upacara tabur bunga bersama anggota Forkopimda. (Maul)

Peringatan HUT RI ke 76 di Banjarnegara dilakukan secara sederhana. Hal ini menyusul bangsa ini masih dalam masa Pandemi Covid-19. Namun hal ini tidak mengurangi makna dari peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke 76.


Banjarnegara, serayunews.com

Puncak acara peringatan Banjarnegara HUT RI di Banjarnegara dilakukan dengan upacara bendera. Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (17/8/2021).

Upacara bertempat di halaman Kantor Bupati Banjarnegara, mulai pukul 07.00 WIB. Adapun komandan upacara diampu oleh Ulil Ryanto SH SIK dari Polsek Madukara, sementara ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara Ismawan Setyo Handoko, bertindak membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Upacara berlangsung khidmat diikuti oleh sekitar 50 peserta dari perwakilan berbagai instansi, antara lain Kodim 0704, Pojres, Satpol PP, Hansip, KORPRI, BUMN/BUMD, PGRI, Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan. Peserta dibatasi dan menggunakan protokol kesehatan.

Hadir pula Forkopimda Banjarnegara, Dandim 0704 Letkol arh Sujeidi Faisal, Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, Wakil Bupati H Syamsudin, Ketua DPRD Ismawan Setyo Handoko, Sekda Drs Indarto, dan pejabat lainnya.

Sebagai petugas Paskibra tahun ini adalah Wisnu Adi Baskoro siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara, Agus Setiawan dari SMK Negeri 1 Punggelan, dan Kamilia Hilma Fariktia siswi MA Negeri 2 Banjarnegara.  Dalam amanahnya, bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak masyarakat untuk merenungi kondisi dua tahun terakhir dimana wabah covid-19 telah memporak poranda tatanan kehidupan manusia. Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan gotong-royong bahu membahu, bersama-sama memperbaiki keadaan.

“Percuma selama ini kita menyebut diri sebagai bangsa besar kalau ternyata riset saja masih lemah. Percuma kita memaksakan diri sebagai bangsa adiluhung kalau laborat saja masih jadul tidak bisa diadu di kancah dunia. Mulai sekarang ayo gotong-royong bahu membahu dalam segala hal. Kita tingkatkan riset ilmu pengetahuan. Apa kita tidak ingin bisa bikin obat-obatan sendiri, menciptakan vaksin dan alat kesehatan sendiri?. Masa untuk mencukupi kebutuhan masker saja kita harus impor apa kita tidak malu,” kata bupati yang membacakan sambutan gubernur.

Lebih jauh diserukan juga, bahwa kedaulatan dan kemandirian ini bukanlah hanya untuk sektor kesehatan saja. Sektor pertanian dan pangan sektor kemaritiman juga harus berdaulat dan mandiri.

“Kita ini mestinya jadi lumbung pangan dunia bukan sebagai penerima bantuan pangan. Kita ini mestinya jadi raja di lautan bukan tempat pelarian apalagi ladang pencurian. Juga demikian untuk sektor energi dan teknologi. Semua nikmat yang tercurah di negeri ini saya haqqul yakin bisa jadi kendaraan untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian di segala bidang,” katanya.

Usai upacara dilakukan dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Sureng Yudha, yang diikuti oleh anggota Forkompimda. Tampil sebagai inspektur upacara tabur bunga, Dandim 0704 Letkol ARH Sujeidi Faisal.

Sementara itu untuk upacara detik-detik Proklamasi dilaksanakan secara virtual dengan melakukan relay upacara detik-detik Proklamasi dari Istana Negara. Meskipun virtual, namun tak mengurangi sakralnya upacara tertutup di ruang Bupati Banjarnegara tersebut berlangsung mulai pukul 09.30 WIB. yang diikuti anggota Forkompimda serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Banjarnegara.

Berita Terkait

Berita Terkini