
SERAYUNEWS – Setelah mencuat berita tentang dugaan sekte sesat di wilayah Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pertemuan pengurus.
Pertemuan yang digelar di kantor MUI Kabupaten Banyumas, Senin (27/04/2026), bertujuan untuk mendalami tentang informasi terkait ajaran pada sekte tersebut.
Pasalnya, informasi yang dihimpun, pada sekte tersebut ada sejumlah larangan, yang harus dipatuhi oleh pengikutnya. MUI mengkaji larangan tersebut apakah sesuai syariat Islam atau tidak.
Ketua MUI Kabupaten Banyumas, KH Taefur Arafat, menyampaikan pertemuan tersebut membahas soal informasi keberadaan kelompok, dengan ajaran sesat.
Dia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. MUI akan berkoordinasi dengan pemerintah desa/ kelurahan, Kantor Urusan Agama (KUA), serta para penyuluh agama untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap aktivitas kelompok tersebut.
“Langkah awal kami adalah memastikan fakta di lapangan. Setelah data diverifikasi, MUI akan melakukan pembinaan agar pihak yang terlibat bisa kembali pada ajaran Islam yang benar,” ujar Taefur.
Informasi yang dihimpun dari mantan pengikutnya, ikan lele dan patin, dinyakan haram untuk dimakan. Begitu juga dengan soto yang dagingnya disuwir.
Merespons hal itu, Taefur menyampaikan, MUI ada dasarnya menyatakan haram dan halalnya suatu makanan. Makanan yang disebutkan itu merupakan makanan halal.
Seperti diberitakan sebelumnya , seorang pria berinisial W, dilaporkan ke Polresta Banyumas, Sabtu (25/04/2026) petang. Dia dilaporkan atas dugaan penipuan dan penodaan agama.
Pria yang mengaku sebagai Sultan Nusantara, ini berdomisili di Kelurahan Arcawinganun, Kecamatan Purwokerto Timur.
Dia memimpin sekte tersendiri, tentang cara pandang pada ajaran agama Islam. Saat ini, setidaknya sudah ada puluhan jemaah yang mengikuti sekte tersebut.
Sikap W sangat memuliakan para pengikutnya. Mereka juga dijanjikan dengan kekayaan instan, fasilitas mewah, serta diberangkatkan ibadah haji dan umrah.
Salah satu pengikut, Aditio, menyampaikan bahwa dia mulai gabung sejak 13 September 2025. Ia awalnya tertarik karena sosok W dinilai aantun dan memuliakan tamu. Namun, seiring waktu, ia merasa ajaran yang disampaikan semakin menyimpang.
“Bahkan ada doktrin yang membolehkan melawan orang tua jika dianggap murtad,” kata Tio, Sabtu petang.
Beberapa ajaran lainnya, yang semakin menyadarkan Aditio bahwa itu merupakan ajaran yang sesat. Diantaranya seperti mengharamkan konsumsi belut, lele, ikan patin, hingga soto daging suwir.
Selain itu, para pengikut juga dilarang berobat ke rumah sakit, mengikuti program keluarga berencana (KB), serta bekerja di sektor tertentu seperti perbankan, keamanan, dan pemerintahan.
“Bagi laki-laki seminggu atau dua Minggu sekali harus potong gundul, katanya Rasullullah menyukai orang yang keplanya gundul,” ujarnya.
Aditio mengaku mengalami kerugian sekitar Rp51 juta. Uang tersebut disetorkan secara bertahap dengan berbagai dalih, seperti sedekah, royalti, hingga “pembersihan” karena hasil kebun sawitnya disebut tidak halal. Ia juga sempat tergiur janji pemberangkatan umrah bagi anak-anaknya.