
SERAYUNEWS – Pria berinisial W, yang belakangan diketahui bernama Wiemppie, yang disebut sebagai pimpinan sekte sesat di Purwokerto angkat bicara.
Berita tentang dugaan sekte sesat di Arcawinangun cukup santer. Dia disebut-sebut telah melakukan penodaan agama dan bahkan adanya laporan penipuan terhadap pengikutnya.
Menanggapi hal tersebut, Wiemppie akhirnya angkat bicara dan menyatakan sikapnya untuk kooperatif terhadap proses hukum.
Saat dikonfirmasi, dia menyatakan akan untuk bersikap pasif dan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pihak kepolisian.
“Tanggapan saya secara pribadi, karena itu sudah dilaporkan, saya menerima saja. Apa yang harus saya lakukan? Tidak ada. Terserah mau bicara apa di pelaporan, saya tinggal menunggu saja,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/4/2026) malam.
Ia menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh penyidik. “Biarkan saja proses berjalan, saya tidak ke mana-mana, masih ada di sini,” ujarnya.
Wiemppie memberikan penjelasan terkait tudingan adanya ajaran menyimpang, seperti larangan mengonsumsi ikan patin dan obat-obatan kimia. Ia meluruskan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah doktrin agama, melainkan saran dalam konteks terapi kesehatan.
“Saya tidak melarang, tapi saya menganjurkan. Bekam itu sunnah Rasul mengeluarkan darah yang mengandung toxic. Kalau ada orang datang minta tolong ke saya, di situ dia bertanya apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, saya sampaikan pastinya yang haram, bukan hanya makanannya tapi juga cara mendapatkannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia membantah adanya aktivitas pengajian rutin atau kajian terstruktur sebagaimana yang dituduhkan para pelapor. Menurutnya, pertemuan di kediamannya hanyalah silaturahmi biasa.
“Orang yang sering bekam lalu datang, ngobrol, karena ada orang datang ke rumah, saya sediakan kopi dan makanan, otomatis kalo ada kopi dan makanan ngobrol ngalor-ngidul. Bukan rutinan, kalau rutinan kan seperti pengajian, kita sifatnya ngobrol atau sharing apa saja,” kata dia.
Terkait isu aliran dana yang berujung pada dugaan penipuan, Wiemppie mengeklaim memiliki bukti kuat bahwa setiap transaksi didasari oleh kesepakatan bersama.
“Kalau soal penipuan, biar data yang bicara. Ketika itu (transaksi uang) terjadi pasti ada kesepakatan ada pembicaraan yang lain,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa setiap interaksi di rumahnya berlangsung secara transparan dan disaksikan oleh banyak orang. Ia memastikan tidak ada pembicaraan yang dilakukan secara rahasia.
“Dan pembicaraan itu pasti ada orang lain (yang mendengar atau menyaksikan) karena di tempat saya tidak pernah sepi atau bicara sendiri di kamar, pasti ada orang lain, minimal 10 orang pasti ada,” katanya.
Wiemppie menegaskan bahwa praktik bekam yang dibukanya merupakan bentuk pelayanan sosial dan ibadah, bukan untuk kepentingan komersial.
“Saya di sini niatnya ibadah, bukan mencari duit, saya punya penghasilan sendiri. Ketika ada orang tanya solusi (atas sebuah persoalan) saya sampaikan, tapi tidak ada tarif atau minta duit kepada siapapun,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya , seorang pria berinisial W, dilaporkan ke Polresta Banyumas, Sabtu (25/04/2026) petang. Dia dilaporkan atas dugaan penipuan dan penodaan agama.
Pria yang mengaku sebagai Sultan Nusantara, ini berdomisili di Kelurahan Arjawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.
Dia memimpin sekte tersendiri, tentang cara pandang pada ajaran agama Islam. Saat ini, setidaknya sudah ada puluhan jemaah yang mengikuti sekte tersebut.
Sikap W sangat memuliakan para pengikutnya. Mereka juga dijanjikan dengan kekayaan instan, fasilitas mewah, serta diberangkatkan ibadah haji dan umrah.
Salah satu pengikut, Aditio, menyampaikan bahwa dia mulai gabung sejak 13 September 2025. Ia awalnya tertarik karena sosok W dinilai santun dan memuliakan tamu. Namun, seiring waktu, ia merasa ajaran yang disampaikan semakin menyimpang.
“Bahkan ada doktrin yang membolehkan melawan orang tua jika dianggap murtad,” kata Tio, Sabtu petang.
Beberapa ajaran lainnya, yang semakin menyadarkan Aditio bahwa itu merupakan ajaran yang sesat. Diantaranya seperti mengharamkan konsumsi belut, lele, ikan patin, hingga soto daging suwir.
Selain itu, para pengikut juga dilarang berobat ke rumah sakit, mengikuti program keluarga berencana (KB), serta bekerja di sektor tertentu seperti perbankan, keamanan, dan pemerintahan.
“Bagi laki-laki seminggu atau dua Minggu sekali harus potong gundul, katanya Rasullullah menyukai orang yang kepalanya gundul,” ujarnya.
Aditio mengaku mengalami kerugian sekitar Rp51 juta. Uang tersebut disetorkan secara bertahap dengan berbagai dalih, seperti sedekah, royalti, hingga “pembersihan” karena hasil kebun sawitnya disebut tidak halal. Ia juga sempat tergiur janji pemberangkatan umrah bagi anak-anaknya.