
SERAYUNEWS – Momen Hari Raya Idul Fitri tidak hanya identik dengan kegiatan salat Ied dan silaturahmi keluarga, tetapi juga dengan tradisi membagikan uang amplop atau yang sering disebut salam tempel.
Kebiasaan ini telah berlangsung turun-temurun di masyarakat Indonesia sebagai simbol berbagi kebahagiaan setelah menjalani bulan Ramadhan.
Biasanya, orang dewasa yang sudah memiliki penghasilan memberikan amplop berisi uang kepada anak-anak, keponakan, hingga kerabat yang lebih muda.
Meski tidak memiliki aturan baku mengenai jumlah yang harus diberikan, tradisi ini tetap menjadi salah satu hal yang paling ditunggu saat Lebaran.
Namun bagi sebagian orang, menentukan nominal uang amplop Lebaran sering menjadi dilema.
Selain harus memperhatikan hubungan keluarga, pemberi juga perlu menyesuaikan dengan kondisi keuangan agar tidak mengalami pengeluaran berlebihan setelah hari raya.
Faktor yang Menentukan Besaran Uang Amplop Lebaran
Besaran uang amplop Lebaran sebenarnya sangat fleksibel dan bisa berbeda pada setiap keluarga.
Beberapa faktor biasanya menjadi pertimbangan sebelum menentukan nominal yang akan diberikan.
Hubungan kekeluargaan menjadi salah satu pertimbangan utama. Semakin dekat hubungan dengan penerima, biasanya nominal uang yang diberikan juga cenderung lebih besar.
Misalnya, pemberian untuk orang tua atau anak tentu berbeda dengan keponakan atau kerabat yang jarang bertemu.
Selain hubungan keluarga, usia penerima juga kerap menjadi acuan dalam menentukan jumlah uang amplop.
Anak-anak biasanya mendapatkan nominal yang lebih kecil dibandingkan remaja atau anggota keluarga yang sudah dewasa.
Kondisi keuangan pemberi juga sangat berpengaruh. Tidak semua orang memiliki kemampuan finansial yang sama.
Karena itu, besaran uang amplop sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan agar tidak menimbulkan beban setelah Lebaran.
Faktor lain yang sering memengaruhi adalah tradisi yang berlaku dalam keluarga atau lingkungan sekitar.
Ada keluarga yang memiliki kebiasaan memberi nominal tertentu setiap tahun, sementara yang lain lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi saat itu.
Kisaran Amplop THR untuk Anak Sesuai Usia
Berikut daftar kisaran THR Lebaran berdasarkan usia penerima yang umum digunakan masyarakat agar pembagian amplop tetap adil, wajar, dan tidak memberatkan kondisi keuangan.
| Usia / Kategori Penerima | Kisaran THR |
|---|---|
| Bayi – Balita (0–5 tahun) | Rp10.000 – Rp30.000 |
| Anak TK | Rp10.000 – Rp30.000 |
| Anak SD | Rp10.000 – Rp50.000 |
| Anak SMP | Rp25.000 – Rp75.000 |
| Anak SMA | Rp50.000 – Rp100.000 |
| Mahasiswa / Anak Kuliah | Rp100.000 – Rp200.000 |
| Keponakan Dewasa / Sudah Bekerja | Rp50.000 – Rp150.000 |
| Orang Tua | Rp500.000 – Rp1.000.000 atau lebih |
Cara Mengatur Anggaran THR Agar Tidak Boros
Agar tradisi berbagi amplop Lebaran tetap menyenangkan tanpa membuat kondisi keuangan terganggu, perencanaan anggaran menjadi langkah penting.
Banyak orang menyarankan untuk membuat daftar penerima THR terlebih dahulu sebelum menentukan nominalnya.
Dengan membuat daftar tersebut, seseorang bisa memperkirakan total dana yang akan dikeluarkan.
Cara ini juga membantu mencegah pengeluaran yang tidak terkontrol saat hari raya.
Prioritas biasanya diberikan kepada keluarga inti seperti orang tua, pasangan, dan anak-anak.
Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, barulah sisanya dapat dibagikan kepada kerabat lain sesuai kemampuan.
Makna Utama THR Lebaran Tetap pada Silaturahmi
Tradisi salam tempel sebenarnya bukanlah kewajiban yang harus dipenuhi dengan nominal tertentu.
Lebih dari sekadar uang, tradisi ini mencerminkan semangat berbagi dan mempererat hubungan keluarga.
Karena itu, tidak perlu merasa terbebani jika jumlah yang diberikan tidak terlalu besar.
Selama diberikan dengan niat tulus, amplop Lebaran tetap memiliki makna yang sama bagi penerimanya.
Dengan perencanaan yang baik dan pengaturan keuangan yang bijak, tradisi berbagi amplop THR pada Lebaran 2026 dapat tetap berlangsung menyenangkan tanpa membuat kondisi finansial menjadi terbebani setelah hari raya.***









