Sabtu, 18 September 2021

Pembangunan Jembatan untuk Akses ke Objek Wisata Dieng Terus Dikebut

Jembatan penghubung Desa Limbangan, Kecamatan Madukara dengan Larangan, Kecamatan Pagentan. (Maula Asadillah)

Jembatan yang menghubungkan Desa Limbangan, Kecamatan Madukara dengan Larangan, Kecamatan Pagentan senilai Rp 6,7 miliar terus dikebut. Pasalnya jembatan tersebut akan menjadi akses alternatif menuju objek wisata Dieng.


Banjarnegara, serayunews.com

Kepala Desa Limbangan Pujiono mengatakan, keberadaan jembatan tersebut sudah sangat dinanti warga. Pihaknya berharap agar jembatan tersebut dapat segera selesai demi membuka akses ekonomi masyarakat. Apalagi jika jembatan ini sudah selesai, maka jalur ini akan menjadi jalur alternatif menuju objek wisata Dieng.

“Kami sangat berharap dan menanti jembatan ini, saat ini pembangunan sudah mencapai 80 persen, semoga dalam waktu dekat dapat selesai. Mengingat jembatan ini sangat strategis untuk jalur ekonomi dan wisata,” katanya.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan menjadi promadona, karena bisa menghubungkan antar kecamatan sekaligus memudahkan akses masyarakat menuju kota dan jalur wisata Dieng mellaui Pagentan.

“Saya yakin ini akan menjadi jalur alternatif yang sangat dinanti warga, apalagi saat ini kondisi jalan sudah lebar dan mulus, hampir tiap hari warga menunggui pembangunan jembatan ini, sebab mereka benar-benar mengharapkan keberadaan jembatan ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sejak dibangunnya jembatan tersebut, beberapa warga ikut ‘laku prihatin’ demi mulusnya proses pembangunan jembatan tersebut.

“Ada warga kami yang ikut laku prihatin. Asalannya dia sangat menanti dan menginginkan jembatan ini segera jadi,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Budhi Sarwono mengatakan, proses pembangunan jembatan mencapai 80 persen. Saat ini proses pembangunan masih melanjutkan pemasangan rangkaian pilar-pilar jembatan.
Dia juga berharap dengan adanya jembatan ini selain akan memudahkan akses, juga akan berimbas pada peningkatan perputaran ekonomi masyarakat.

“Jembatan ini sangat penting, Saya optimistis keberadaanya akan sangat mendukung perkembangan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUR PR Hermawan Tutut mengatakan, pembangunan jembatan tersebut masuk dalam kegiatan Peningkatan Jalan Se Kecamatan Madukara, dengan total nilai kontrak awal Rp 14.197.181.000,-. Waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender.

Pembangunan Jembatan Plipiran dianggarkan dari dana APBD kabupaten, sebesar Rp. 6,7 miliar. Bentang jembatan sekitar sepanjang 60 meter dengan ketinggian 15 meter.

Baca juga Angkringan di Cilacap Ini Buka Siang Hingga Sore, Tak Terdampak Aturan PPKM Darurat

Berita Terkait

Berita Terkini