
SERAYUNEWS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui program budidaya perikanan yang kini membuahkan hasil nyata.
Komitmen tersebut terlihat dalam panen lele yang digelar di area sarana pembinaan Rutan Banyumas, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari panen raya serentak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.
Melalui pengelolaan yang terencana dan pendampingan petugas, panen kali ini berhasil menghasilkan 54,5 kilogram lele yang siap dimanfaatkan. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di Rutan Banyumas berjalan efektif dan berorientasi pada ketahanan pangan.
Budidaya lele ini melibatkan WBP yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan. Mereka berperan aktif mulai dari perawatan kolam, pemberian pakan terjadwal, pengawasan kualitas air, hingga menjaga kebersihan lingkungan budidaya. Kegiatan ini tidak hanya menargetkan hasil panen, tetapi juga menanamkan keterampilan kerja yang aplikatif.
Sebagai bentuk apresiasi, Rutan Kelas IIB Banyumas memberikan premi kepada WBP yang terlibat langsung dan menunjukkan dedikasi serta kedisiplinan dalam kegiatan budidaya tersebut.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Banyumas, Cakra Citra Sari, mengatakan bahwa program ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian WBP.
“Program ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan keterampilan kerja sebagai bekal positif ketika WBP kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi WBP, kegiatan ini membawa dampak positif terhadap pola pikir dan aktivitas sehari-hari selama menjalani masa pembinaan. Salah satu WBP berinisial H (32) mengaku bersyukur bisa terlibat langsung.
“Lewat kegiatan ini kami belajar keterampilan baru, mengisi waktu dengan hal positif, dan menumbuhkan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa panen lele ini tidak semata mengejar hasil, tetapi lebih menekankan pada proses pembinaan berkelanjutan.
“Kegiatan ini diharapkan mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian WBP di Rutan Banyumas berjalan nyata dan berkesinambungan,” ujar dia.
Ia menambahkan, program budidaya lele ini akan terus dikembangkan sebagai model pembinaan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pembinaan yang terarah, WBP diharapkan memiliki keterampilan praktis, etos kerja yang baik, serta kesiapan mental untuk kembali berintegrasi secara positif.
Melalui panen raya ini, Rutan Kelas IIB Banyumas kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan.