
SERAYUNEWS – Nama Dyastasita WB tengah menjadi sorotan publik setelah cuplikan video final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.
Potongan video tersebut ramai dibahas di TikTok, X, hingga Instagram karena memunculkan perdebatan soal penilaian jawaban peserta lomba.
Publik menyoroti keputusan Dyastasita WB yang saat itu bertindak sebagai dewan juri. Banyak netizen mempertanyakan konsistensi penilaian dalam babak final lomba tersebut.
Tak sedikit pula yang kemudian penasaran dengan sosok Dyastasita WB, mulai dari latar belakang pendidikan, jabatan di MPR RI, hingga akun media sosial pribadinya. Lantas, siapa sebenarnya Dyastasita WB?
Perdebatan bermula saat final LCC Empat Pilar Kalbar mempertemukan sejumlah sekolah terbaik.
Dalam salah satu sesi, peserta mendapatkan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” jawab regu C dari SMAN 1 Kota Pontianak.
Namun, Dyastasita WB memberikan pengurangan poin sebesar minus lima. Ia menyebut tidak mendengar frasa “Dewan Perwakilan Daerah” dalam jawaban peserta.
Situasi mulai memanas ketika pertanyaan yang sama diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas.
Jawaban yang diberikan dianggap memiliki substansi serupa, tetapi kali ini Dyastasita memberikan nilai penuh.
“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” jelas Dyastasita dalam video yang beredar.
Keputusan tersebut langsung memicu protes dari peserta Regu C. Mereka menyampaikan keberatan secara sopan karena merasa jawaban yang disampaikan tidak jauh berbeda.
“Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” tegas perwakilan SMAN 1 Pontianak.
Meski demikian, Dyastasita tetap mempertahankan keputusannya. Ia beralasan bahwa dalam jawaban pertama tidak terdengar penyebutan DPD secara jelas.
“Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi,” katanya.
Video tersebut kemudian menyebar luas dan menuai beragam komentar dari warganet.
Sebagian netizen menilai keputusan juri kurang konsisten, sementara sebagian lain menilai hal itu bisa saja terjadi dalam situasi lomba yang berlangsung cepat.
Berdasarkan penelusuran dari laman resmi MPR RI, Dyastasita WB merupakan pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.
Ia menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI.
Jabatan tersebut menunjukkan bahwa Dyastasita memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan pengkajian konstitusi serta sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat.
Selain itu, ia juga diketahui memiliki pangkat Pembina Utama Golongan IV/e.
Pangkat ini termasuk tinggi dalam struktur aparatur sipil negara (ASN), sehingga menunjukkan pengalaman panjangnya dalam birokrasi pemerintahan.
Selama bertugas di MPR RI, Dyastasita aktif terlibat dalam berbagai agenda nasional terkait pemasyarakatan Empat Pilar Kebangsaan. Program tersebut mencakup sosialisasi mengenai:
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI sendiri rutin digelar di berbagai daerah dan melibatkan pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal.
Dari sisi pendidikan, Dyastasita WB diketahui menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos).
Namun, informasi mengenai kampus tempat ia menempuh pendidikan strata satu belum banyak dipublikasikan secara terbuka.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran pada laman resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemdiktisaintek, Dyastasita WB pernah tercatat sebagai mahasiswa program Magister Ilmu Administrasi Negara di STIA Lembaga Administrasi Negara Jakarta pada Januari 2012.
Akan tetapi, dalam data tersebut disebutkan bahwa ia mengajukan pengunduran diri pada semester genap tahun akademik 2012/2013.
Meski tidak menyelesaikan pendidikan magister tersebut, rekam jejak karier Dyastasita di lingkungan MPR RI tetap terbilang panjang dan aktif.
Ia kerap hadir dalam kegiatan resmi terkait pendidikan kebangsaan dan konstitusi di berbagai wilayah Indonesia.
Setelah videonya viral, banyak netizen mulai mencari akun media sosial Dyastasita WB, termasuk Instagram pribadinya.
Nama akun Instagram yang ramai dibicarakan adalah @dyastasitawb. Namun, saat ini akun tersebut terpantau sudah tidak ditemukan.
Belum diketahui apakah akun itu dinonaktifkan sementara, dihapus, atau diubah nama penggunanya.
Fenomena ini lazim terjadi ketika seseorang mendadak viral di media sosial.
Tidak sedikit figur publik maupun pejabat yang memilih membatasi akses akun pribadinya setelah menjadi sorotan publik demi menjaga privasi.
Di TikTok dan X, nama Dyastasita WB bahkan sempat masuk dalam daftar pencarian populer.
Banyak pengguna media sosial membahas ulang cuplikan video lomba tersebut dan membandingkan jawaban antarpeserta.
Viralnya video final LCC Empat Pilar Kalbar juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai sistem penilaian dalam lomba cerdas cermat.
Sebagian netizen menilai juri seharusnya lebih konsisten dalam memberikan poin, terutama jika substansi jawaban peserta dianggap sama.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa penilaian lisan dalam kompetisi memang sangat bergantung pada kejelasan ucapan dan apa yang terdengar oleh juri.
Terlepas dari polemik tersebut, LCC Empat Pilar MPR RI selama ini dikenal sebagai salah satu ajang edukatif untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai konstitusi dan nilai-nilai kebangsaan.
Ajang ini rutin digelar di berbagai daerah dan menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis serta pemahaman tentang sistem ketatanegaraan Indonesia.
Kini, sosok Dyastasita WB masih terus menjadi perhatian publik seiring viralnya video tersebut di berbagai platform media sosial.***