Jumat, 24 September 2021

Sekda Cilacap: Sekolah yang Gelar Uji Coba Tatap Muka Harus Diawasi Ketat

ptm cilacap, pembelajaran tatap muka, ppkm, perpanjangan ppkm, sekda cilacap, farid ma'aruf, berita terkini, berita hari ini, cilacap
Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma’ruf. (Ulul)

Status kedaruratan Covid-19 di Cilacap turun dari level 4 ke level 3 pada perpanjangan PPKM hingga tanggal 06 Spetember 2021 ini. Sejumlah sekolah di Cilacap pun sudah mulai menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Negeri maupun Swasta. Supaya PTM  berjalan sesuai dengan protokol kesehatan, Sekretaris Daerah Cilacap  ingatkan  kegiatan pembelajaran diawasi lebih ketat.


Cilacap, serayunews.com

Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma’ruf mengatakan Uji coba PTM di Cilacap sudah dimulai dari hari Senin (30/08/2021) kemarin. Uji coba dilakukan untuk SMP Negeri dan Swasta berjumlah 33 sekolah dan SD Negeri dan Swasta sebanyak 330 sekolah, atau setiap desa terdapat satu sekolah gelar uji coba PTM.

“Tidak ada perubahan, Sesuai dengan Inmendagri nomor 38 saya kira sama, hanya kemarin level 4 sekarang di level 3 lagi, sehingga pembelajaran tatap muka yang uji coba tetap kita laksanakan, saya ingatkan kembali kepada Kepala Sekolah, Guru, Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan, lebih diawasi prosesnya dan tempat duduknya, antara 10-11 siswa (setiap sesinya) jadi betul-betul jaga jarak,” ujar Sekda dalam keterangannya, Selasa (31/08/2021).

Menurut Sekda, PTM secara umum bisa dilaksanakan apabila status kedaruratan Covid-19 di Cilacap turun ke level 2. Sehingga pihaknya meminta kepada masyarakat untuk sabar, sebab Pemkab Cilacap terus berupaya menekan kasus penyebaran Covid-19 agar bisa ditekan dengan cepat, salah satunya dengan percepatan vaksinasi yang kini sedang berjalan.

Sementara itu terkait dengan perubahan status kedaruratan Cilacap yang sempat naik ke level 4, menurut Sekda ada keterlambatan input data yang masuk ke Provinsi Jawa Tengah, sehingga secara otomatis merubah status kedaruratan dari level 3 ke level 4.

“Itu yang puskesmas, rumah sakit, mungkin tenaga administrasinya banyak ada tracing, swab dan sebagainya sehingga mungkin lalai. Dan sudah diperbaiki, kita kasus ada 27 ribu, sementara ada sekitar 2000 data yang delay mudah-mudahan hari ini selesai,” kata Sekda.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini