Jumat, 9 Desember 2022

Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Juara Baca Tulis Aksara Jawa

Peserta lomba baca tulis aksara Jawa, saat mengikuti pembukaan lomba di SMA N 1 Bawang, Senin (21/11/2022). (Foto dok MPMP Bahasa Jawa SMA Banjarnegara)

Sebagai bentuk uri-uri budaya, MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Banjarnegara menggelar lomba membaca dan menulis aksara Jawa tingkat SMA se Kabupaten Banjarnegara, di SMA N 1 Bawang, Senin-Selasa (22/11/2022). Dalam lomba ini, siswa SMA N 1 Sigaluh berhasil menjadi yang terbaik.


Banjarnegara, serayunews.com

Membaca dan menulis aksara Jawa, mungkin menjadi hal yang tidak mudah bagi anak zaman sekarang. Karenanya, lomba baca tulis aksara Jawa berlangsung untuk melestarikan budaya yang ada.

Ketua Penyelenggara, Heri Joko mengatakan, lomba bertema ‘Aben Wasis Maos Lan Nyerat Aksara Jawa’ bertujuan membudayakan kembali budaya literasi Jawa.

“Masyarakat Jawa terkenal sudah memiliki budaya literasi tinggi. Terbukti dengan adanya aksara Jawa yang sudah ribuan tahun usianya. Lomba ini agar siswa kembali lagi menguasai literasi Jawa,” ujar Heri.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan peserta lomba diuji dengan membaca serta menulis aksara Jawa. Tampil sebagai juara 1, Fitria Damayanti, siswa SMAN 1 Sigaluh. Fitria unggul berturut-turut atas siswa dari SMAN 1 Banjarnegara, SMKN 1 Bawang, SMK HKTI 1 Purwareja Klampok, SMKN 1 Punggelan dan SMK Panca Bhakti. Atas prestasi itu, Fitria berhak mewakili Banjarnegara di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pembimbing siswa SMAN 1 Sigaluh, Tri Rahayu, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi siswanya.

“Ini sungguh sebuah prestasi yang membanggakan, karena di era seperti ini masih ada siswa yang nguri-uri budaya Jawa, khususnya aksara. Kami bersyukur karena masih banyak siswa yang tertarik dengan aksara Jawa. Sehingga membutuhkan pembimbingan agar mereka bisa menguasai aksara Jawa dengan baik. Saya ucapkan terima kasih, selamat untuk siswa saya atas prestasi yang sudah diraih,” katanya.

Fitria Damayanti sendiri mengaku, sudah sejak SD menyukai aksara Jawa. Menurutnya, aksara Jawa menarik karena tidak semua orang bisa membacanya.

“Bangga saja, semacam bisa tahu kode rahasia yang tidak semua orang bisa membaca. Dan aksara Jawa saya lihat paling menarik dari sisi bentuk dibanding aksara lainnya, ada nilai seni yang tinggi,” katanya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini