SERAYUNEWS – Lima siswa berbakat dari SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya telah menciptakan inovasi luar biasa.
Mereka berhasil mengolah limbah ikan bandeng, yang biasanya terbuang tanpa guna, menjadi camilan yang lezat dan kaya gizi: nugget!
Tim yang menamai diri mereka “Five Stars” ini terdiri dari Felio Altaf Prajatara, Muhammad Farzana Admawidya, Daekenzie Ar Rayyan Adityawarman, Richie Medina Tarwoto, dan Zivara Rahmalika Alyadeena Maricar Sahib.
Ide brilian mereka muncul saat membantu ibu mereka berbelanja ikan di pasar. Mereka menyadari banyaknya sisa tulang, sisik, dan organ bandeng yang terbuang begitu saja.
Melihat potensi limbah bandeng yang besar, Five Stars berinisiatif mengolahnya menjadi produk makanan yang bermanfaat.
Mereka mencampurkan tulang, sisik, dan organ bandeng dengan tepung suweg, menciptakan nugget yang diberi nama “Chranos”.
Nama Chranos sendiri merupakan akronim dari “Fortifikasi Limbah Ikan Bandeng (Chanos-chanos) dan Tepung Suweg (Amorphophallus paeoniifolius)”.
Nugget Chranos memiliki kandungan gizi yang lengkap, dengan 24,02% karbohidrat, 14,82% lemak, dan 20,44% protein.
Tak hanya itu, nugget ini juga mengandung kalsium sebesar 10 mg dan mendapatkan skor 8 dalam uji organoleptik, yang berarti dinilai baik dan diterima oleh masyarakat.
Ini menunjukkan bahwa nugget Chranos memiliki rasa yang lezat dan tekstur yang disukai.
Sebelum tampil di 5th Youth International Science Fair (YISF), tim Five Stars menjalani proses penelitian selama tiga bulan.
Mereka melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan formula yang tepat dalam mengolah limbah bandeng menjadi nugget yang lezat dan bernutrisi.
Berbagai jenis tepung, bumbu, dan teknik pengolahan dicoba untuk menghasilkan produk berkualitas. Upaya mereka membuahkan hasil.
Tim Five Stars berhasil meraih Gold Medal dan Special Award dari Malaysia Young Scientists Organization (MYSO) di YISF.
Kompetisi YISF sendiri merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh 350 peserta dari 75 tim, baik dari sekolah dalam negeri maupun luar negeri.
Kompetisi ini berlangsung secara hybrid, dengan sesi daring pada 13 Januari hingga 17 Februari dan sesi luring pada 21-25 Februari.
Selama kompetisi, para peserta harus mempresentasikan inovasi mereka dalam bahasa Inggris di hadapan juri.
Keberhasilan Five Stars dalam menciptakan nugget Chranos bukan hanya sebuah prestasi gemilang, tetapi juga langkah maju dalam pemanfaatan limbah dan pengembangan produk makanan yang berkelanjutan.
Semoga inovasi ini dapat menginspirasi pengembangan produk serupa dan mengurangi masalah limbah di masa depan.***