
SERAYUNEWS – Walimatussafar haji menjadi salah satu tradisi yang masih kuat dijalankan oleh masyarakat Indonesia. Simak susunan acara Walimatussafar Haji 2026.
Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi juga bentuk doa bersama agar calon jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji.
Menjelang musim haji 2026, banyak keluarga mulai mempersiapkan rangkaian acara walimatussafar secara matang.
Susunan acara yang rapi dan khidmat menjadi kunci agar momen ini terasa lebih bermakna, baik bagi calon jemaah maupun para tamu undangan.
Berikut ini susunan acara walimatussafar haji 2026 yang bisa Anda jadikan referensi.
Agar acara berjalan lancar dan berkesan, Anda bisa memperhatikan beberapa hal berikut:
Dengan persiapan yang matang, walimatussafar tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga momen spiritual yang penuh makna.
1. Pembukaan Acara Walimatussafar Haji 2026
Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara atau MC. Pada sesi ini, MC biasanya menyampaikan salam pembuka sekaligus menyapa tamu undangan yang hadir.
Pembukaan menjadi bagian penting karena menentukan suasana acara. Dengan pembawaan yang hangat dan sopan, tamu akan merasa lebih nyaman mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Momen ini menghadirkan nuansa religius yang mendalam dan menjadi pengingat akan tujuan utama perjalanan haji, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Biasanya, ayat yang dibacakan berkaitan dengan keutamaan ibadah haji atau perjalanan spiritual umat Islam.
3. Sambutan dalam Walimatussafar
– Sambutan Ketua Panitia
Ketua panitia memberikan laporan singkat mengenai pelaksanaan acara. Sambutan ini juga berisi ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya walimatussafar.
– Sambutan Pejabat atau Perwakilan Kementerian Agama
Kehadiran perwakilan pemerintah atau tokoh agama memberikan nilai lebih pada acara. Sambutan ini umumnya berisi pesan-pesan penting terkait persiapan haji, baik secara administratif maupun spiritual.
– Sambutan dari Keluarga Calon Jemaah
Sambutan keluarga menjadi bagian yang paling emosional. Dalam kesempatan ini, keluarga biasanya menyampaikan rasa syukur, harapan, serta permohonan doa dari para tamu undangan.
4. Pembacaan Talbiyah Bersama
Salah satu momen yang paling khidmat dalam walimatussafar adalah pembacaan talbiyah secara bersama-sama. Lafal talbiyah yang menggema menciptakan suasana haru dan menguatkan niat ibadah calon jemaah.
Kegiatan ini juga menjadi simbol kesiapan hati untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
5. Tausiyah tentang Makna Ibadah Haji
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah singkat. Materi tausiyah biasanya membahas makna dan keutamaan ibadah haji, termasuk pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan niat yang lurus.
Dengan adanya tausiyah, calon jemaah dan tamu undangan mendapatkan tambahan wawasan spiritual yang bermanfaat.
6. Penyerahan Cendera Mata
Sebagai bentuk penghormatan, panitia atau keluarga biasanya memberikan cendera mata kepada calon jemaah haji. Momen ini menjadi simbol doa dan dukungan agar perjalanan ibadah berjalan lancar.
Cendera mata yang diberikan bisa berupa perlengkapan ibadah atau kenang-kenangan sederhana.
7. Doa Pelepasan
Doa pelepasan dipimpin oleh tokoh agama atau ustaz yang diundang. Pada sesi ini, seluruh tamu undangan turut menundukkan kepala dan memanjatkan doa terbaik.
Isi doa biasanya mencakup permohonan keselamatan selama perjalanan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
8. Pembacaan Sholawat Haji
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat haji. Lantunan sholawat menambah suasana syahdu sekaligus menjadi bentuk doa agar calon jemaah mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Momen ini juga mempererat kebersamaan antar hadirin yang ikut melantunkan sholawat.
9. Penutupan Acara
Setelah seluruh rangkaian utama selesai, pembawa acara menutup kegiatan secara resmi. Penutupan biasanya diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada para tamu yang telah hadir.
10. Prosesi Bersalaman
Usai acara formal, dilanjutkan dengan prosesi bersalaman. Tamu undangan satu per satu memberikan doa dan restu secara langsung kepada calon jemaah haji.
Momen ini seringkali penuh haru karena menjadi kesempatan terakhir untuk bertemu sebelum keberangkatan.
11. Pelepasan dengan Iringan Sholawat
Prosesi pelepasan dilakukan dengan iringan sholawat nabi. Suasana menjadi semakin khidmat ketika keluarga dan tamu mengantar calon jemaah dengan doa-doa terbaik.
Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar.
12. Ramah Tamah
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Sesi ini memberikan kesempatan bagi tamu untuk berbincang santai, mempererat silaturahmi, sekaligus memberikan dukungan moral kepada calon jemaah.
Ramah tamah juga menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.***