
SERAYUNEWS – Beberapa maskapai penerbangan berlakukan kebijakan fleksibilitas perjalanan dengan memberikan kemudahan perubahan jadwal bagi penumpang.
Salah satunya Garuda Indonesia yang memberikan kebijakan tersebut tanpa batas serta opsi pengembalian dana hingga 100 persen bagi penumpang.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak Selasa, 14 April 2026, untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin mengutamakan kemudahan serta kendali dalam merencanakan perjalanan.
Maskapai nasional Garuda Indonesia menghadirkan kebijakan baru yang mencakup seluruh pemesanan tiket dan periode perjalanan mulai 7 April 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan di tengah perubahan perilaku penumpang pascapandemi.
Dalam kebijakan tersebut, Garuda Indonesia memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk melakukan perubahan jadwal penerbangan berkali-kali tanpa dikenakan biaya tambahan.
Fasilitas ini berlaku untuk berbagai kelas penerbangan, mulai dari First Class, Business Class, hingga Economy Class, baik untuk rute domestik maupun internasional.
Namun, terdapat pengecualian untuk kategori Economy Class promo. Penumpang dengan jenis tiket ini hanya memiliki kesempatan satu kali perubahan jadwal tanpa biaya tambahan.
Selain kemudahan perubahan jadwal, Garuda Indonesia juga memberikan opsi pengembalian dana atau refund hingga 100 persen.
Kebijakan ini berlaku khusus untuk penerbangan internasional pada kategori First Class, Business Class, dan Economy Class kategori Comfort.
Sementara itu, untuk kategori Flexible dan Promo pada rute internasional, besaran pengembalian dana akan disesuaikan dengan ketentuan masing-masing rute penerbangan.
Artinya, tidak semua tiket mendapatkan pengembalian penuh, melainkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Untuk penerbangan domestik, kebijakan refund pada kategori Comfort tetap berlaku, tapi dengan pengenaan biaya mulai dari 25 persen. Ketentuan ini menunjukkan adanya perbedaan kebijakan antara rute internasional dan domestik.
Catatan penting, seluruh fasilitas ini hanya berlaku bagi penumpang yang belum melakukan perjalanan atau sebelum waktu keberangkatan pesawat.
Tidak hanya Garuda Indonesia, sejumlah maskapai lain di Indonesia juga menawarkan fitur serupa dengan skema yang berbeda.
Citilink, misalnya, menghadirkan layanan Flexy Flight yang memberikan kemudahan bagi penumpang dalam mengatur ulang jadwal penerbangan.
Melalui fitur ini, penumpang dapat melakukan perubahan jadwal dengan biaya administrasi yang relatif rendah, bahkan tanpa biaya tambahan dalam kondisi tertentu.
Selain itu, opsi pengembalian dana juga tersedia, meskipun tetap ada biaya administrasi sesuai ketentuan.
Citilink juga memberikan opsi peningkatan kelas pada hari keberangkatan, tergantung pada ketersediaan kursi dan jenis tiket penumpang.
Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan adanya biaya tambahan serta kebijakan khusus jika pembelian tiket melalui agen perjalanan atau platform pihak ketiga.
Di sisi lain, Lion Air juga menawarkan tiket fleksibel yang memungkinkan penumpang melakukan perubahan jadwal sesuai kebutuhan.
Namun, berbeda dengan Garuda Indonesia, perubahan jadwal dan pengembalian dana pada Lion Air umumnya tetap membayar biaya administrasi dengan besaran tergantung pada waktu pengajuan dan selisih tarif.
Kebijakan fleksibilitas perjalanan kini menjadi salah satu faktor penting dalam industri penerbangan.
Banyak penumpang menginginkan kemudahan dalam mengatur ulang perjalanan tanpa harus terbebani biaya tambahan yang tinggi.
Dengan adanya kebijakan ini, maskapai berupaya meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan adaptif terhadap perubahan situasi.***