
WONOSOBO, SERAYUNEWS– Kabupaten Wonosobo kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang terus terjaga.
Tiga Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026 oleh pemerintah pusat.
Ketiga budaya yang berhasil memperoleh pengakuan nasional tersebut adalah Balon Tradisional Wonosobo, Bucu Pendem Wadaslintang, dan Topeng Wonosaban.
Penetapan dilakukan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026), setelah melalui tahapan verifikasi, kajian akademik, serta penilaian oleh tim ahli sehari sebelumnya.
Keberhasilan tersebut menjadi kabar membanggakan bagi masyarakat Wonosobo karena seluruh usulan yang diajukan tahun ini berhasil lolos tanpa terkecuali.
Pengakuan tersebut tidak hanya menambah daftar kekayaan budaya nasional, tetapi juga menjadi bukti bahwa tradisi yang hidup di tengah masyarakat Wonosobo memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang layak dilestarikan.
Salah satu budaya yang paling menyita perhatian adalah Balon Tradisional Wonosobo, tradisi masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi ikon Kabupaten Wonosobo.
Balon tradisional selama ini identik dengan perayaan Idulfitri di Kabupaten Wonosobo. Dalam perkembangannya, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata melalui berbagai festival balon yang digelar setiap tahun.
Pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadi tonggak penting bagi upaya pelestarian tradisi tersebut agar tetap mempertahankan nilai budaya sekaligus berkembang secara aman, kreatif, dan sesuai regulasi.
Selain balon tradisional, dua budaya lain yang juga resmi ditetapkan adalah Bucu Pendem Wadaslintang, tradisi masyarakat yang sarat makna syukur dan kebersamaan, serta Topeng Wonosaban, seni pertunjukan khas Wonosobo yang mencerminkan nilai-nilai sejarah, karakter, dan filosofi kehidupan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengaku bersyukur atas keberhasilan seluruh usulan budaya Kabupaten Wonosobo dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2026.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja panjang berbagai pihak yang selama ini konsisten menjaga keberlangsungan budaya daerah.
“Alhamdulillah, tiga Objek Pemajuan Kebudayaan yang diusulkan Kabupaten Wonosobo seluruhnya dinyatakan lolos dan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2026,” ujarnya dikutip dari laman Visit Jawa Tengah.
Menurutnya, ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah bagi kita semua untuk terus menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
Ia menjelaskan, proses penetapan tidak berlangsung secara instan. Setiap usulan harus melalui tahapan inventarisasi, penyusunan dokumen, pengumpulan data sejarah, kajian akademik, hingga sidang penilaian oleh tim ahli dari pemerintah pusat.
Karena itu, keberhasilan tersebut menjadi hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, budayawan, akademisi, komunitas seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan tradisi di lingkungan masing-masing.
Dengan tambahan tiga budaya baru tersebut, Kabupaten Wonosobo kini telah mengoleksi 12 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah ditetapkan pemerintah.
Daftar tersebut menunjukkan keberagaman budaya yang dimiliki Wonosobo, mulai dari tradisi adat, seni pertunjukan, kuliner, hingga kesenian rakyat.
Berikut daftar lengkap Warisan Budaya Takbenda Indonesia asal Wonosobo:
1. Ruwatan Rambut Gimbal (2016)
2. Hak-hakan (2018)
3.Tari Topeng Lengger (2020)
4. Bundengan (2020)
5. Wayang Othok Obrol (2021)
6. Tempe Kemul Wonosobo (2022)
7. Mie Ongklok (2025)
8. Tradisi Ambeng Desa Tieng (2025)
9. Wayang Kedu Gagrak Wonosaban (2025)
10. Balon Tradisional Wonosobo (2026)
11. Bucu Pendem Wadaslintang (2026)
12. Topeng Wonosaban (2026)
Daftar tersebut menunjukkan bahwa Wonosobo tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata alam, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang beragam dan masih hidup di tengah masyarakat.
Penambahan tiga Warisan Budaya Takbenda Indonesia diyakini akan semakin memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi wisata budaya di Jawa Tengah.
Selama ini, Wonosobo lebih dikenal melalui pesona alam seperti kawasan Dieng. Namun, keberadaan berbagai tradisi lokal menjadi potensi besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang mampu menarik wisatawan sepanjang tahun.
Festival Balon Tradisional, Ruwatan Rambut Gimbal, pertunjukan Topeng Wonosaban, hingga berbagai tradisi desa dapat dikemas menjadi atraksi budaya yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
Pelestarian budaya juga dinilai mampu memperkuat identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menegaskan akan terus memperkuat program inventarisasi, dokumentasi, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan terhadap berbagai Objek Pemajuan Kebudayaan yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang agar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tidak hilang tergerus perubahan zaman.
Selain melakukan pembinaan kepada komunitas budaya, pemerintah juga terus mendorong keterlibatan generasi muda melalui pendidikan, festival budaya, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi budaya lokal.
Keberhasilan tahun 2026 menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk terus mengidentifikasi dan mendokumentasikan berbagai tradisi lain yang memiliki nilai budaya tinggi.
Masih banyak seni pertunjukan, ritual adat, permainan tradisional, kuliner khas, hingga pengetahuan lokal masyarakat Wonosobo yang berpotensi diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
Dengan semakin banyak budaya yang memperoleh pengakuan nasional, Wonosobo diharapkan mampu memperkuat identitasnya sebagai kabupaten yang kaya tradisi sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Pengakuan terhadap Balon Tradisional Wonosobo, Bucu Pendem Wadaslintang, dan Topeng Wonosaban bukan sekadar penambahan daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Lebih dari itu, pencapaian ini menjadi pengingat bahwa budaya adalah identitas bangsa yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.