
SERAYUNEWS – SMP Pius Cilacap menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, atas konsistensinya mengikuti program wisata edukasi live in di Desa Wisata Brayut. Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan yang berlangsung di Joglo Brayut, Rabu (4/2/2026).
Penghargaan diserahkan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, kepada perwakilan SMP Pius Cilacap, Nicholas Aris Sunardi. Apresiasi diberikan karena SMP Pius Cilacap tercatat telah 11 kali menggelar program live in di desa wisata tersebut.
Ketua Desa Wisata Brayut, Aloysius Sudarmadi, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan oleh SMP Pius Cilacap. Ia menyebut, program live in yang dijalankan sekolah tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata sekaligus pemberdayaan masyarakat setempat.
“Kami bersyukur kegiatan pendampingan siswa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat. Program ini juga menjadi tolok ukur bagi kami dalam mengelola desa wisata mandiri sejak 2009,” ujar Aloysius.
Ia menambahkan, keberlanjutan program live in turut membantu Desa Wisata Brayut dalam memperkenalkan potensi lokal kepada generasi muda, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam sektor pariwisata berbasis budaya dan edukasi.
Sementara itu, Sekda Sleman, Susmiarto, mengapresiasi komitmen SMP Pius Cilacap yang tetap memilih Desa Wisata Brayut sebagai lokasi pembelajaran luar kelas, meski jarak antara Cilacap dan Sleman terbilang cukup jauh. Menurutnya, kerja sama tersebut mencerminkan keseriusan dunia pendidikan dalam menanamkan nilai budaya dan kecintaan terhadap tanah air.
“Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan. Program seperti ini sangat positif karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal budaya dan kehidupan masyarakat,” kata Susmiarto.
Perwakilan SMP Pius Cilacap, Nicholas Aris Sunardi, mengaku bangga atas penghargaan yang diterima. Ia menilai, program live in di Desa Wisata Brayut memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami kearifan lokal serta kehidupan sosial masyarakat pedesaan.
“Program live in ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang budaya, tetapi juga belajar nilai kebersamaan, kemandirian, serta menghargai kehidupan masyarakat desa,” ujar Nicholas.
Selama mengikuti program live in, para siswa terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat, seperti pertanian, perikanan, membatik, seni tari, karawitan, hingga mempelajari tradisi budaya lokal. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan apresiasi seni sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan kreativitas siswa.
Nicholas menambahkan, kerja sama dengan Desa Wisata Brayut diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter siswa.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dan memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk mengenal serta mencintai budaya dan kearifan lokal,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nicholas juga menyerahkan partitur lagu ciptaannya berjudul Brayut Desa Penuh Kenangan sebagai bentuk apresiasi terhadap Desa Wisata Brayut yang telah menjadi mitra pendidikan bagi SMP Pius Cilacap.