Kamis, 20 Januari 2022

Sindikat Penjualan Obat Terlarang di Mrebet Purbalingga Terbongkar

Tersangka IF (20), AS (24), ASP (24). (Amin)

Satres Narkoba Polres Purbalingga meringkus sindikat penjual obat terlarang. Tiga tersangka tersebut semua berasal dari Kecamatan Mrebet. Masing-masing berinisial IF (20), AS (24), ASP (24). Mereka sudah menjalani bisnis tersebut sejak setahun silam.


Purbalingga, serayunews.com

Kabag Operasi Polres Purbalingga Kompol Pujiono menyampaikan, terungkapnya jual beli obat terlarang berawal dari informasi masyarakat. Pengungkapan pertama dengan ditangkapnya tersangka IF, warga warga Desa Pengalusan. Selanjutnya dikembangkan, dan berhasil diamankan AS (24), Desa Serayu Larangan, dan ASP (25), Desa Binangun.

Baca juga  Relawan Dulur Ganjar Pranowo Sudah Terbentuk di15 Propinsi

“Tersangka IF berhasil diamankan pada Minggu (24/10/2021) di rumahnya. Setelah itu, dua orang lainnya berinisial AS dan ASP. Dua orang tersebut berperan membantu tersangka IF menjual obat terlarang,” kata Kompol Pujiono, didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Muhammad Muanam, Jumat (05/11/2021) siang.

Disampaikan, beberapa tersangka sebenarnya tidak benar-benar pengangguran. Tersangka IF dia bekerja serabutan sebagai buruh, AS tidak bekerja, sedangkan ASP karyawan swasta.

“Ketiganya merupakan pengedar obat terlarang jenis Hexymer,” katanya.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 860 butir obat terlarang jenis Hexymer, tiga telepon genggam dan bekas bungkus rokok. Selain itu, diamankan uang tunai sebesar Rp. 156 ribu yang merupakan hasil penjualan obat terlarang.

Baca juga  Investasi di Banyumas Masih Didominasi Perumahan dan Hotel di Tahun 2022

“Berdasarkan keterangan ketiga tersangka, mereka sudah setahun berjualan obat terlarang,” ujarnya.

Iptu Muhammad Muanam menjelaskan, obat jenis Hexymer dibeli oleh tersangka IF secara online. Kemudian dijual kembali bersama tersangka AS dan ASP dalam paket berisi 5 butir dan 10 butir di wilayah Kecamatan Mrebet.

“Ketiga tersangka mengaku nekat menjual obat terlarang karena tergiur keuntungan. Ketiganya mengaku membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari,” kata Kasat Narkoba.

Kabag Operasi menambahkan kepada tersangka dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman yaitu pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Baca juga  Sambut HUT ke 49, PDI Perjuangan Cilacap Tanam 1000 Pohon di Daerah Rawan Longsor

“Kepada masyarakat mari awasi lingkungan sekitar. Silakan melapor apabila mengetahui adanya tindak kejahatan seperti peredaran narkoba. Sehingga bisa dilakukan penyelidikan dan pengungkapan kasusnya,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini