
SERAYUNEWS- Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 masih terus menjadi perhatian publik.
Setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai reaksi masyarakat, SMAN 1 Pontianak akhirnya menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dinamika yang terjadi dalam ajang tersebut.
Melalui unggahan akun Instagram resmi sekolah, pihak SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang mereka lakukan selama ini bertujuan memperoleh klarifikasi demi terciptanya pelaksanaan lomba yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
Pernyataan itu sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik setelah polemik penilaian juri dalam final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di berbagai platform digital.
Kontroversi bermula saat babak final LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat mempertemukan tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Dalam salah satu sesi lomba, publik menyoroti adanya jawaban peserta yang dianggap memiliki substansi serupa namun memperoleh penilaian berbeda dari dewan juri.
Potongan video momen tersebut kemudian menyebar luas di media sosial hingga memicu perdebatan panjang. Banyak warganet mempertanyakan konsistensi penilaian serta meminta adanya evaluasi terhadap sistem lomba dan mekanisme penjurian.
Situasi itu bahkan mendapat perhatian langsung dari MPR RI. Ketua MPR RI disebut sempat mewacanakan pelaksanaan tanding ulang sebagai solusi atas polemik yang berkembang.
Dalam pernyataan resminya, Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menegaskan bahwa keberatan yang sebelumnya diajukan sekolah bukan dimaksudkan untuk menyerang lembaga, panitia, maupun individu tertentu.
Sekolah menyebut langkah tersebut murni bagian dari upaya memperoleh kejelasan atas sejumlah poin yang dipersoalkan selama pelaksanaan lomba.
“Langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” demikian isi pernyataan resmi sekolah.
Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, alumni, dan berbagai pihak yang telah memberikan perhatian serta dukungan selama polemik berlangsung.
Meski sempat menjadi sorotan publik, SMAN 1 Pontianak menegaskan tetap menghormati hasil akhir lomba yang telah ditetapkan panitia.
Sekolah juga memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk kedewasaan institusi pendidikan dalam menyikapi persoalan yang berkembang di ruang publik.
Dalam pernyataan yang sama, SMAN 1 Pontianak mengajak seluruh pihak menjaga semangat persatuan dan kebersamaan agar polemik tidak semakin melebar.
Salah satu poin yang paling menyita perhatian publik adalah keputusan SMAN 1 Pontianak yang menyatakan tidak akan mengikuti tanding ulang LCC 4 Pilar sebagaimana informasi yang sebelumnya disampaikan MPR RI.
Keputusan tersebut diambil setelah sekolah mempertimbangkan berbagai dinamika yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataannya, sekolah juga memohon maaf apabila polemik ini menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan dunia pendidikan.
Di tengah polemik yang berkembang, MPR RI disebut telah menyampaikan permohonan maaf serta komitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC 4 Pilar ke depan.
Evaluasi itu mencakup mekanisme penilaian, tata kelola keberatan peserta, hingga penguatan standar objektivitas dewan juri agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Publik pun berharap polemik ini menjadi momentum perbaikan sistem kompetisi pendidikan di Indonesia agar lebih transparan dan menjunjung tinggi integritas.
Menutup pernyataannya, SMAN 1 Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dunia pendidikan yang jujur, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai integritas.
Sekolah juga berharap seluruh elemen pendidikan dapat bersama-sama menciptakan iklim belajar yang kondusif, aman, nyaman, dan sehat bagi para peserta didik.
“SMAN 1 Pontianak berkomitmen untuk pendidikan yang jujur dan bermartabat,” tulis pihak sekolah dalam unggahan resminya.