
SERAYUNEWS– Upaya transformasi digital Muhammadiyah di tingkat cabang Kabupaten Banyumas kian nyata. Empat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yakni Kembaran, Sumbang, Kramat, dan Kalibagor sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SatuMu secara terpusat di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Minggu (18/1/2026).
Kegiatan strategis ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dan diikuti 77 peserta, terdiri dari jajaran pengurus pleno serta operator data dari masing-masing PCM.
Kolaborasi lintas cabang tersebut menjadi langkah konkret mempercepat digitalisasi administrasi dan pendataan warga Muhammadiyah di wilayah Banyumas.
Melalui Bimtek ini, para peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai implementasi Aplikasi SatuMu sebagai sistem digital terintegrasi.
Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pendataan anggota, pengelolaan iuran, hingga informasi kegiatan dakwah dan organisasi secara real time.
Sinergi empat PCM ini menegaskan komitmen Muhammadiyah Banyumas dalam membangun tata kelola organisasi yang modern, transparan, dan berbasis data.
Ketua PCM Kembaran, Sugiyatno menegaskan bahwa Bimtek SatuMu bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari gerakan besar Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
“Hari ini kita membuktikan bahwa Muhammadiyah di tingkat cabang siap menjawab tantangan zaman. Dengan kehadiran 77 peserta dari empat kecamatan, kita sedang membangun fondasi data yang kuat. SatuMu bukan sekadar aplikasi, tetapi alat perjuangan untuk dakwah yang lebih terukur dan efektif,” tegas Sugiyatno.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi, kemudian dilanjutkan pemaparan kebijakan Aplikasi SatuMu oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas. Pada sesi inti, peserta mendapatkan pendampingan langsung untuk aktivasi akun, input data, serta simulasi fitur-fitur unggulan SatuMu.
Antusiasme peserta terlihat tinggi hingga acara ditutup pada siang hari dengan sesi evaluasi dan diskusi.
Dengan berakhirnya Bimtek ini, empat PCM diharapkan mampu memetakan data anggota dan potensi ekonomi umat secara lebih akurat.
Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan organisasi berbasis data (data-driven), sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam dakwah dan pelayanan umat.